Teheran (ANTARA) - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan memorandum kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat menjadi sebuah langkah penting menuju berakhirnya perang dan Teheran siap menghadapi semua skenario.

"Apa yang telah disepakati menjadi sebuah langkah penting menuju penghentian perang dan awal negosiasi dan kesepakatan akhir masih belum terwujud. Republik Islam Iran telah mempersiapkan diri untuk semua opsi," kata Presiden Pezeshkian di platform media sosial X.

Dia mengatakan Pemerintah Iran tetap akan terus melayani rakyatnya dengan atau tanpa kesepakatan akhir dengan AS. Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei pun, lanjut Pezeshkian, memainkan peran penting dalam mempersiapkan memorandum dengan AS.

"Komando Pemimpin Tertinggi yang terhormat memiliki peran terbesar dalam memasukkan klausul untuk melindungi kepentingan nasional Iran dan kami berterima kasih kepadanya," ujarnya.

Baca juga: Sanksi terhadap Iran akan dicabut bertahap sesuai negosiasi nuklir
Baca juga: Iran masih mengkaji keputusan akhir terkait kesepakatan damai dengan AS
Baca juga: Trump sebut kesepakatan damai AS-Iran dijadwalkan ditandatangani hari ini

Pada Senin malam (15/6), Iran dan AS mengkonfirmasi penyelesaian memorandum yang rencananya akan ditandatangani di Swiss pada Jumat (19/6).

Seperti yang dicatat oleh pihak Iran, memorandum tersebut mempertimbangkan penghentian aksi militer di semua lini, termasuk di Lebanon.

Presiden AS Donald Trump juga telah mengkonfirmasi bahwa memorandum dengan Iran secara de facto telah ditandatangani.

Setelah memorandum tersebut, para pihak akan memulai negosiasi kesepakatan akhir yang akan menyelesaikan isu nuklir Iran dan sanksi AS terhadap Teheran.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

 



Pewarta: Asri Mayang Sari
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026