Palembang (ANTARA) - Komando Resor Militer 044/Garuda Dempo (Korem Gapo) pada 2026 ini kembali memprogramkan kegiatan cetak sawah rakyat di sejumlah kabupaten dalam wilayah Sumatera Selatan (Sumsel).

"Setelah sukses membantu cetak sawah rakyat pada tahun lalu sekitar 6.000 hektare (ha), tahun ini kembali diprogramkan kegiatan yang sama untuk memperkuat ketahanan pangan nasional," kata Komandan Korem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud, di Palembang, Senin.

Dia menjelaskan, untuk melaksanakan program itu, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi pelaksanaan konstruksi cetak sawah rakyat tahun anggaran 2026 dengan pihak Dinas Pertanian setempat dan instansi terkait.

Melalui koordinasi tersebut diharapkan
program cetak sawah rakyat tahun ini dapat terlaksana secara optimal, transparan, dan akuntabel, katanya.

Menurut dia, pada tahun lalu kegiatan cetak sawah baru telah dilakukan di lima wilayah Sumsel yakni Kabupaten Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI), Penukal Abab Lematang Ilir (Pali), Muara Enim, dan Kabupaten Lahat.

Lahan sawah tersebut telah dilakukan penanaman secara bertahap dengan jenis padi Inpari 32, varietas yang dikenal tahan penyakit dengan usia tanam 120 hari.

Produksi lahan cetak sawah rakyat itu, pada penanaman perdana mencapai sekitar lima ton gabah kering giling (GKG) per hektare, dan tahap berikutnya diperkirakan produksinya bisa mencapai 8 ton GKG/ha.

Kegiatan tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah provinsi dengan 17 kabupaten dan kota itu.

"Program ini diharapkan berjalan sesuai rencana dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani serta mempertahankan posisi Sumsel menjadi salah satu provinsi penyumbang produksi beras terbesar nasional," kata Danrem Gapo Brigjen
TNI Khabib Mahfud.

Sementara Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel Bambang Pramono menambahkan pihaknya berupaya melakukan berbagai upaya untuk terus menghasilkan beras dalam jumlah besar.

Guna memperkuat ketahanan pangan dan sebagai provinsi penghasil beras tiga besar nasional, upaya yang dilakukan seperti optimalisasi lahan yang ada dan cetak sawah baru.

Melalui upaya tersebut diharapkan target peningkatan produksi padi pada 2026 ini sebanyak 4 juta ton GKG dari tahun sebelumnya 3,6 juta ton GKG diharapkan bisa tercapai meskipun dibayangi potensi kemarau fenomena Godzilla El Nino, jelas Bambang.

 



Pewarta: Yudi Abdullah
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026