Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat melakukan mitigasi kekeringan pada lahan pertanian sebagai langkah antisipasi untuk mencegah puso yang dapat mengakibatkan gagal panen sekaligus dalam rangka menjaga produksi pangan di tengah musim kemarau.

"Meski belum ada laporan kekeringan maupun puso namun upaya mitigasi harus terus diperkuat sebagai upaya pencegahan," kata Ketua Tim Produksi Tanaman Pangan pada Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi Dodo Hadi Triwardoyo di Cikarang, Senin.

Ia mengatakan mitigasi dini yang dilakukan mencakup pemetaan wilayah berpotensi mengalami kekeringan guna menjaga produksi pertanian sekaligus meminimalisir dampak musim kemarau terhadap keberlangsungan kehidupan ekonomi para petani.

"Kami petakan wilayah rawan kekeringan terutama di Kecamatan Tambelang, Sukatani, Cabangbungin, Sukawangi dan Sukakarya," katanya.

Baca juga: Pemkab Bekasi imbau warga siapkan penampungan antisipasi krisis air

Upaya mitigasi dilanjutkan dengan pendataan alat dan mesin pertanian atau alsintan khususnya pompa air sebagai bagian dari strategi menghadapi kemungkinan penurunan pasokan air irigasi.

Pihaknya juga menjalin koordinasi dengan berbagai instansi terkait seperti Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Perum Jasa Tirta (PJT) II, Kementerian Pertanian, Dinas Sumber Daya Air Jawa Barat serta kelompok tani guna memastikan ketersediaan maupun distribusi air bagi lahan pertanian.

"Hasil koordinasi ditindaklanjuti dengan perbaikan saluran irigasi, penguatan tanggul serta pengaturan distribusi air agar kebutuhan petani tetap terpenuhi selama musim kemarau," jelasnya.

Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi turut mendorong para petani terutama di wilayah rawan kekeringan untuk menggunakan varietas padi yang lebih tahan terhadap kondisi kekurangan air.

Baca juga: BPBD Bekasi salurkan bantuan 10.000 liter air bersih warga terdampak kekeringan

Beberapa varietas yang direkomendasikan antara lain Inpago 4, Inpago 5, Inpago 8, Inpago 9, Inpago 10, Inpago 11 Agritan, Inpari 32, Inpari 38 Tadah Hujan Agritan hingga varietas lokal yang memiliki karakter toleran terhadap kekeringan.

Langkah antisipasi lain meliputi penyesuaian jadwal tanam sesuai prakiraan iklim setempat agar tidak bertepatan dengan puncak musim kemarau, identifikasi sumber-sumber air potensial, pendataan sumur dan pompa air hingga mobilisasi sarana pompanisasi ke wilayah-wilayah yang membutuhkan.

Pihaknya juga mendorong normalisasi dan perbaikan saluran irigasi serta pembangunan jaringan perpipaan kepada instansi terkait untuk mengalirkan air dari sumber terdekat ke lahan pertanian.

"Kami juga mengimbau petani untuk mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sebagai bentuk perlindungan terhadap risiko gagal panen akibat bencana alam maupun perubahan iklim," ujarnya.

Baca juga: Pemkab Bekasi antisipasi hadapi musim kemarau, jaga produktivitas pertanian

Dodo berharap melalui berbagai langkah tersebut, produktivitas pertanian dapat terus terjaga dan ketahanan pangan daerah bisa dipertahankan di tengah potensi dampak musim kemarau tahun ini.

Produksi padi di Kabupaten Bekasi pada tahun 2025 tercatat sebesar 500.188,91 ton Gabah Kering Giling (GKG) atau melampaui target awal yang ditetapkan oleh dinas pertanian setempat sebesar 500.000 ton.

Kabupaten Bekasi menjadi salah satu lumbung padi dan penopang ketahanan pangan utama di Provinsi Jawa Barat.

 



Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026