Depok (ANTARA) - Universitas Indonesia (UI) dan Tongji University (TU) yang merupakan salah satu universitas terbaik di China dalam bidang arsitektur dan teknik sipil, memulai langkah baru dalam pengembangan riset arsitektur masa depan di Asia Tenggara.
Rektor UI Prof. Heri Hermansyah dalam keterangannya di Depok, Senin, mengatakan kolaborasi ini mempertemukan dua institusi yang memiliki rekam jejak kuat dalam bidang pendidikan, penelitian, dan inovasi.
“Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya UI memperluas kolaborasi internasional, sekaligus memperkuat kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang berdampak bagi masyarakat. Kemitraan dengan Tongji University membuka peluang pengembangan riset bersama, pertukaran pengetahuan, serta jejaring akademik yang lebih luas di tingkat global,” ujar Prof Heri.
Melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) pada 15 Juni 2026 kedua institusi sepakat menjajaki pendirian Institut Penelitian Desain Arsitektur Tongji-UI yang akan menjadi pusat penelitian dan inovasi arsitektur di Asia Tenggara.
Baca juga: UI dan University of Dubrovnik Kroasia bahas kerja sama riset-akademik
Institut tersebut akan dikembangkan melalui kolaborasi antara Institute of Urban Planning and Smart City (IUS) UI dan Tongji Architectural Design Group (TJAD).
Dalam kerja sama ini UI akan menyediakan lahan, ruang kerja, dan dukungan sertifikasi lokal, sedangkan TJAD akan menghadirkan tenaga ahli, standar teknis, serta sistem manajemen desain yang telah diterapkan dalam berbagai proyek berskala internasional.
Kehadiran institut ini diarahkan untuk menjawab tantangan permukiman dan pembangunan perkotaan pada masa depan. Perubahan iklim, keterbatasan lahan, serta tingginya risiko bencana mendorong perlunya pendekatan baru dalam perencanaan ruang hidup manusia.
Karena itu UI dan TU berencana memanfaatkan teknologi terkini, termasuk kecerdasan buatan (AI), untuk mengembangkan konsep hunian dan kawasan perkotaan yang adaptif, termasuk pada lokasi nonkonvensional, seperti ruang bawah tanah dan kawasan bawah laut.
Baca juga: UI jajaki kerja sama pengembangan talenta dan riset dengan Shanghai Electric Grup
TU merupakan salah satu universitas unggulan China yang dikenal luas atas kontribusinya dalam pengembangan arsitektur, teknik sipil, dan pembangunan perkotaan berkelanjutan.
Program arsitekturnya secara konsisten berada di jajaran terbaik dunia dan didukung ekosistem riset yang terhubung erat dengan industri. Kekuatan tersebut tercermin pada TJAD, perusahaan konsultan desain yang berafiliasi dengan TU.
Sejak didirikan pada 1958 TJAD saat ini masuk dalam tiga besar perusahaan konsultan terbaik di China dan masuk dalam jajaran sepuluh besar dunia.
Portofolionya mencakup sejumlah proyek ikonik, seperti Shanghai Tower yang merupakan gedung tertinggi di China, African Union Conference Center di Addis Ababa, serta berbagai fasilitas publik di Asia, Afrika, dan Eropa.
Baca juga: UI dan Shanghai Cangyou resmi kerja sama perkuat kolaborasi
Dalam menjalankan proyek-proyek global, TJAD juga bermitra dengan firma perencanaan dan desain terkemuka dunia seperti AECOM, Gensler, dan ARUP.
Vice President of International Cooperation TU Li Xiangning berharap implementasi berbagai program kerja sama, termasuk peningkatan jumlah mahasiswa China yang studi di UI, dapat dipercepat. Untuk itu delegasi Tongji University akan berkunjung ke UI pada Oktober 2026.
Prof. Li juga mengungkapkan rencana jangka panjang TU untuk mendirikan Indonesia Campus.
Sebagai bentuk kemitraan yang saling menguatkan, TU turut membuka peluang bagi UI untuk mengembangkan UI China Campus. Gagasan tersebut mencerminkan komitmen kedua institusi untuk membangun hubungan akademik yang lebih erat sekaligus memperluas ruang kolaborasi Indonesia dan China.
Pewarta: Feru LantaraUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.