Medan (ANTARA) - Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan Sekolah Rakyat (SR) tidak akan menerima siswa dari jalur pendaftaran, namun seluruh peserta didik yang masuk sekolah tersebut diterima dengan sistem penjangkauan langsung atau "jemput bola".

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat di beberapa daerah masih dalam proses. Di Kota Medan, Gedung SR dibangun di Jalan Flamboyan Raya, Medan Tuntungan yang progres pembangunannya sudah mencapai 80 persen dan akan siap untuk ditempati pada Juli 2026.

Baca juga: Mensos sebut siswa Sekolah Rakyat makin disiplin dan percaya diri

"Sekarang ini SR masih menumpang dulu di gedung-gedung pemerintah, tetapi pada Juli 2026 mendatang akan terintegrasi di sekolah yang sudah dibangun," ungkapnya.

Meski diperuntukkan bagi anak-anak dari kalangan keluarga miskin, menurut dia, SR akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas belajar mengajar modern menggunakan perangkat digital. Para siswa ditempatkan pada asrama yang dibina oleh para pembina asrama yang mumpuni.

"Kita mendekatkan para siswa dengan teknologi modern yang saat ini sudah menjadi kebutuhan secara global," katanya.

"Tim yang turun mendata langsung ke masyarakat, data itu kemudian disampaikan kepada kepala daerah dan selanjutnya disampaikan ke kami untuk selanjutnya ditetapkan sebagai siswa," katanya pada acara Open House Sekolah Rakyat untuk Orangtua dan Siswa di Sentra Bahagia Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Sosial, di Medan, Senin.

"Penerimaan siswa Sekolah Rakyat tidak menggunakan sistem pendaftaran terbuka, melainkan melalui penjangkauan (outreach) berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khusus bagi keluarga pada desil terbawah," ujarnya.

Baca juga: Mensos tegaskan tidak ada titipan dalam seleksi siswa Sekolah Rakyat

Untuk itu, lanjut dia, jika ada Sekolah Rakyat yang membuka sistem pendaftaran, maka hal tersebut merupakan pelanggaran karena tidak sesuai dengan peruntukan Sekolah Rakyat tersebut.

"Sekolah Rakyat ini merupakan program dari Presiden Prabowo Subianto agar anak-anak dari keluarga prasejahtera bisa mempunyai mimpi yang sama dengan anak-anak dari keluarga yang mampu," ujarnya.



Pewarta: Juraidi
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026