Jakarta (ANTARA) - Pengelola Kota Tua, Jakarta Barat, menyampaikan strateginya dalam mengajak anak muda melestarikan budaya tradisional, khususnya Betawi, dengan memperbanyak spot foto.
"Anak muda itu suka yang pertama gratis, spot fotonya bagus, mudah sampai aksesnya, dan konten viral," kata Kepala Unit Pengelola Kawasan Kota Tua Jakarta, Bapak Denny Aputra saat ditemui di Kota Tua Jakarta, Minggu.
Denny mengatakan ada banyak cara mengenalkan sejarah dan asal-usul Betawi untuk mempertahankan identitas budaya salah satu suku di Kota Jakarta.
Diharapkan dengan pengenalan Budaya Betawi kepada anak muda untuk tetap dilestarikan dan tak ditinggalkan mengingat itu salah satu bagian Kota Jakarta.
Baca juga: Kota Tua Jakarta dikunjungi 30 ribu orang pada libur Imlek
Baca juga: "Jakarta Light Festival" warnai perayaan Imlek di Kota Tua pada Senin malam
Salah satunya, mengenalkan wisata Kota Tua kepada anak muda melalui konten viral yang ada di media sosial.
"Anak-anak zaman sekarang saya lihat adalah orang yang mencampurkan gaya baik dari pengaruh media sosial, budaya luar negeri, dan hanya sering mengenal saja. Nah, inilah peran kita mengajak mereka," ucap dia.
Pihaknya menawarkan beragam tempat di Kota Tua yang direkomendasikan bagi anak muda seperti rumah hantu, kafe jamu aracaki hingga es krim Tianlala.
Selain itu, kawasan Kota Tua juga rutin menggelar berbagai kegiatan budaya dan komunitas, termasuk acara "Berkain" yang mengajak masyarakat mengenakan kain tradisional saat berkunjung ke museum dan ruang publik di kawasan tersebut.
Baca juga: Dishub DKI akan lakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Kota Tua
Melalui berbagai aktivitas tersebut, pengelola berharap generasi muda tidak hanya datang untuk berwisata atau berburu foto, tetapi juga memahami sejarah Jakarta serta mengenal lebih dekat budaya Betawi yang menjadi bagian dari perjalanan panjang kota tersebut.
Pada akhir pekan, jumlah pengunjung Kota Tua dapat mencapai 10 ribu hingga 20 ribu orang per hari, sementara pada musim libur jumlahnya dapat meningkat lebih tinggi.
Pewarta: Luthfia Miranda PutriUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.