Depok (ANTARA) - Pemkot Depok Jawa Barat menjalankan strategi pengawalan dan perlindungan daya beli masyarakat dengan meningkatkan ketahanan ekonomi serta memastikan lancarnya rantai pasok kebutuhan pokok.
“Upaya menjaga stabilitas harga harus berjalan beriringan dengan strategi perlindungan daya beli masyarakat,” kata Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kota Depok, Nani Zara di Depok, Sabtu.
Ia menyebutkan tantangan yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan pengendalian inflasi,
Ketika harga kebutuhan pokok mengalami peningkatan, kelompok masyarakat berpendapatan rendah menjadi kelompok yang paling terdampak.
Tantangan pengendalian inflasi, lanjut Nani, masih memerlukan perhatian yang serius terutama dari kelompok pangan bergejolak (volatile food).
Karena faktor cuaca, distribusi, pasokan, dan ekspektasi harga masyarakat masih menjadi determinan utama pembentukan inflasi di daerah.
“Kondisi ini juga membawa dampak ke Depok sebagai bagian dari kawasan Aglomerasi Jabodetabek yang memiliki karakteristik ekonomi berbasis jasa, perdagangan, konsumsi rumah tangga, pendidikan, dan ekonomi perkotaan,” ujarnya.
Pemkot Depok membentuk komitmen bersama untuk memperkuat langkah pengendalian inflasi agar kesejahteraan masyarakat bisa diwujudkan.
Dikatakannya, harga merupakan salah satu syarat utama bagi terjaganya daya beli masyarakat dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi daerah.
Untuk itu, inflasi perlu dikendalikan guna menjaga kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat ketahanan ekonomi di Kota Depok.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Depok per Mei 2026, Inflasi Year on Yeay 2,88 persen sedangkan month to month 0,30 persen.
Pewarta: Feru LantaraEditor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.