Kediri (ANTARA) - Dokter dari Rumah Sakit National Hospital Surabaya menganjurkan pasien untuk selalu menjaga pola makan yang sehat terutama setelah menjalani operasi jantung demi keberhasilan jangka panjang usai kegiatan tersebut.
Dokter Spesialis Bedah Kardiotoraks dan Pembedahan Vaskular Rumah Sakit National Hospital Surabaya, dr. Edwin Yosef Widjaja menjelaskan pola makan yang sehat itu sangat penting bagi pasien.
"Pola makan rendah lemak, kontrol gula darah bagi penderita diabetes, serta aktivitas fisik teratur menjadi kunci utama menjaga fungsi pembuluh darah baru," katanya dalam keterangan yang diterima di Kediri, Sabtu.
Dokter Edwin saat kegiatan health talk, edukasi kesehatan di Kediri tersebut menambahkan menjaga aktivitas fisik juga sangat direkomendasikan. Olahraga ringan seperti jalan cepat (brisk walking) selama 30 menit per hari, minimal lima kali seminggu dianjurkan untuk menjaga tubuh tetap sehat.
“Aktivitas ini efektif dan aman untuk menjaga kesehatan jantung dibandingkan olahraga berat yang belum tentu sesuai untuk semua usia,” kata dia.
Baca juga: Dokter Spesialis Kardiovaskular kembangkan terapi asel punca untuk pemulihan penyakit jantung
Baca juga: Dokter ingatkan masyarakat penderita sakit jantung agar jaga pola makan pasca-operasi
Dirinya menyebut, penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia.
Namun adanya kemajuan teknologi dan teknik bedah modern saat ini turut memberikan harapan yang lebih baik bagi pasien dengan berbagai kelainan jantung.
Ia menjelaskan, salah satu kemajuan teknologi untuk membantu mengatasi penyakit jantung melalui operasi bypass koroner. Tindakan itu dilakukan dengan penyambungan pembuluh darah jantung yang tersumbat menggunakan pembuluh darah baru.
Dirinya menambahkan, salah satu yang terbaru di teknik operasi ini adalah metode baru minimal invasif untuk mengambil pembuluh darah di kaki, yaitu dengan Endoscopic Vessels Harvesting (EVH). Dengan teknologi ini, memungkinkan untuk mengambil pembuluh darah di kaki dengan sayatan yang minimal..
Dokter Edwin menyebut, umumnya tindakan tersebut dilakukan pada pasien dengan penyakit jantung koroner yang memiliki banyak sumbatan atau kondisi yang tidak memungkinkan ditangani dengan pemasangan ring (stent).
Baca juga: Dokter bagikan tips mudik sehat bagi pasien gangguan irama jantung
Ia juga mengatakan langkah ini memiliki memiliki manfaat yang memungkinkan pasien untuk kembali melakukan aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman, serta memperpanjang harapan hidup 10 hingga 15 tahun, bahkan sampai 20 tahun pada kondisi tertentu, serta mengurangi risiko serangan jantung di masa depan
Dirinya pun mengingatkan bahwa penyakit jantung koroner sebenarnya sudah mulai berkembang sejak usia muda, bahkan sejak usia 20-30 tahun, akibat penumpukan plak di pembuluh darah. Karena itu, pencegahan harus dilakukan sedini mungkin.
Di Indonesia, data menunjukkan bahwa penderita jantung koroner lebih muda (40-60 tahun) dibandingkan pasien di Singapura (70-90 tahun), bahkan Amerika (50-70 tahun).
Untuk itu, dirinya menganjurkan agar masyarakat selalu menjaga pola makan yang baik.
“Yang penting dijaga adalah pola makan dan faktor risiko seperti diabetes serta hipertensi. Kalau sudah terdiagnosis, harus rutin kontrol dan minum obat,” kata dia.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera periksa ke dokter jika merasakan gejala nyeri atau ketidaknyamanan di dada.
“Kalau ada rasa tidak nyaman di dada, sebaiknya segera periksa ke dokter. Lebih baik kita memastikan lebih awal apakah itu penyakit jantung atau bukan," ujar dia.
Pewarta: Asmaul ChusnaUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.