Jakarta (ANTARA) - Dewan Pembina Garudayaksa FC Academy Fary Djemy Francis memprediksi Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menjadi panggung untuk lahirnya  juara baru.

“Kini, keberhasilan tidak lagi semata ditentukan oleh nama besar, tetapi oleh kualitas sistem, kedalaman skuad, dan kemampuan beradaptasi. Dalam konteks tersebut, Belanda dan Jepang layak disebut sebagai dua kekuatan disruptif Piala Dunia 2026,” kata Fary dalam keterangan tertulis pada Kamis.

Piala Dunia yang untuk pertama kalinya dimainkan di tiga negara dengan jumlah peserta 48 negara ini akan dibuka Jumat (12/6) dini hari pukul 02.00 WIB antara Meksiko dan Afrika Selatan di Stadion Azteca, Mexico City.

Laga pembuka ini  ulangan Piala Dunia 2010 yang berakhir 1-1 setelah gol Siphiwe Tshabalala dari Afrika Selatan disamakan oleh legenda hidup Meksiko Rafael Marquez di Stadion Soccer City, Johannesburg.

Baca juga: Meksiko termotivasi pencapaian Piala Dunia 1970 dan 1986, tembus perempatfinal
Baca juga: Shakira, jadi pelantun lagu resmi 2 gelaran Piala Dunia

Dalam kesempatan yang sama, Belanda memiliki fondasi sepak bola yang sangat kuat, filosofi permainan yang jelas, serta tradisi panjang menghasilkan pemain kelas dunia. 

Fary mengatakan, meski tidak selalu masuk kelompok favorit utama, Belanda sering tampil efektif ketika ekspektasi publik tidak terlalu tinggi.

Oranye berada di Grup F bersama Jepang, Swedia, dan Tunisia.

“Dengan kombinasi pemain senior dan generasi baru yang matang di liga-liga elite Eropa, Belanda berpotensi menjadi 'silent contender' yang perlahan menyingkirkan para unggulan hingga mencapai partai puncak,” tambah Fary.

Fary juga tertarik pada Jepang, yang menurutnya menghadirkan model pembangunan sepak bola yang berbeda. 

Baca juga: Prediksi pertandingan dan susunan pemain Korea Selatan vs Republik Ceko

Jepang bukan dibangun melalui kekuatan individu, melainkan melalui disiplin kolektif, investasi jangka panjang, pengembangan talenta muda, dan budaya kerja yang konsisten. Saat ini Jepang telah berkembang menjadi representasi sepak bola Asia yang modern, efisien, dan kompetitif di level dunia.

“Dalam beberapa tahun terakhir, Jepang telah membuktikan mampu mengalahkan tim-tim elite dunia. Hal ini menunjukkan bahwa batas antara negara favorit dan nonfavorit semakin tipis,” kata dia.

Saat mengungkapkan negara mana yang akan menjadi juara pada 20 Juli nanti, Fary mengatakan  Belanda dan Jepang mempunyai peluang mengangkat trofi.

“Bila skenario tersebut terjadi, maka Piala Dunia 2026 akan dikenang bukan karena mempertahankan dominasi lama, melainkan karena menjadi titik awal lahirnya tatanan baru sepak bola dunia,” tutup dia.



Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026