Kota Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat merekrut 848 anak putus sekolah untuk kembali mengikuti pendidikan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebagai bagian dari upaya menekan angka putus sekolah dan meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat.
"Alternatif pendidikan formal dan nonformal terus kita genjot. Kemarin saat HJB (Hari Jadi Bogor), kita merekrut 848 siswa putus sekolah melalui PKBM. Kita jemput bola langsung," kata Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin saat mendampingi kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti ke SD Negeri Cimahpar 5 Kota Bogor, Rabu.
Ia mengatakan langkah tersebut bagian dari program Bogor Cerdas yang terus didorong Pemkot Bogor melalui jalur pendidikan formal maupun nonformal.
Ia menyampaikan keseriusan Pemkot Bogor dalam menangani persoalan pendidikan juga dilakukan melalui peningkatan sarana dan prasarana sekolah serta pembangunan unit sekolah baru.
Baca juga: Pemkot Bogor kejar penuntasan anak putus sekolah melalui PKBM
Pemkot Bogor terus berupaya memperoleh dukungan dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperkuat layanan pendidikan di Kota Bogor.
Salah satu bentuk dukungan tersebut berupa revitalisasi SD Negeri Cimahpar 5 yang pada 2025 memperoleh bantuan Rp2,6 miliar sehingga kondisi sekolah menjadi lebih representatif dan nyaman bagi kegiatan belajar mengajar.
"Tahun 2025 lalu, SD Negeri Cimahpar 5 mendapat kucuran bantuan sebesar Rp2,6 miliar. Alhamdulillah, sekarang kondisinya lebih representatif sehingga siswa lebih nyaman belajar," ujarnya.
Pemkot Bogor berharap, berbagai upaya yang dilakukan, mulai dari penanganan anak putus sekolah hingga peningkatan kualitas sarana pendidikan, dapat memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Bogor.
Baca juga: Posyandu di Kota Bogor bantu anak putus sekolah kembali belajar
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengatakan pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga penguatan karakter dan kapasitas peserta didik.
Menurut dia, pendidikan harus mampu membentuk generasi yang optimistis, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
"Anak-anak harus menjadi anak yang optimistis dan percaya diri," kata dia.
Pewarta: M Fikri SetiawanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.