Kota Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, membiayai pelatihan bagi 30 calon pekerja migran Indonesia (CPMI) melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 sebagai upaya membuka akses lapangan kerja bagi warga kurang mampu.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin saat membuka pelatihan di UPTD Balai Latihan Kerja Kota Bogor, Rabu, mengatakan program tersebut merupakan pelatihan CPMI pertama yang dibiayai melalui APBD Kota Bogor.
"Tahun ini menjadi pelatihan perdana yang dianggarkan melalui APBD Kota Bogor. Selama tiga bulan, 30 peserta akan mengikuti pelatihan dan setelah selesai, insyaallah diterima bekerja di perusahaan yang ada di Kuwait, Turki, dan Montenegro yang telah bekerja sama dengan yayasan sesuai pilihan lowongan masing-masing," kata Jenal.
Ia menjelaskan seluruh peserta akan menjalani pelatihan selama tiga bulan sebelum diberangkatkan ke negara tujuan sesuai kebutuhan perusahaan yang telah menjalin kerja sama dengan penyelenggara program.
Menurut Jenal, peserta yang mengikuti program tersebut telah melalui proses seleksi. Program itu juga diprioritaskan bagi warga Kota Bogor dari keluarga kurang mampu atau yang masuk kategori desil satu hingga lima.
"Program ini merupakan bentuk pertanggungjawaban penggunaan APBD yang berasal dari uang rakyat, dan pesertanya merupakan warga Kota Bogor dari keluarga kurang mampu atau berada pada desil satu sampai lima," ujarnya.
Jenal berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan hingga tuntas dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pekerjaan di luar negeri.
Ia menambahkan, program pengiriman pekerja migran diharapkan dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang sebagai salah satu strategi memperluas peluang kerja bagi warga Kota Bogor.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bogor Adi Novan meminta peserta mengikuti seluruh tahapan pelatihan dengan penuh tanggung jawab agar seluruh peserta dapat diberangkatkan sesuai rencana.
"Saya berharap 30 peserta yang mengikuti pelatihan hingga selesai dan berangkat bekerja jumlahnya tetap 30 orang, kecuali terjadi kondisi force majeure," katanya.
Ketua Yayasan Yugma Jaya Nitya Suherlan mengapresiasi kepercayaan yang diberikan Pemkot Bogor kepada pihaknya dalam penyelenggaraan pelatihan tersebut.
Menurut dia, program itu menjadi salah satu upaya kolaboratif untuk membantu mengatasi persoalan ketenagakerjaan dan memperluas akses pekerjaan bagi warga Kota Bogor.
Pewarta: M Fikri SetiawanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.