Cianjur (ANTARA) - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat 21 Sekolah Menegah Pertama di Cianjur menerapkan sistem pendaftaran daring pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

Kepala Bidang SMP Disdikpora Cianjur Ipan Sopandi di Cianjur, Rabu, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh satuan pendidikan SMP untuk melakukan sosialisasi SPMB sejak akhir Mei bahwa pembukaan SPMB dimulai tanggal 17-25 Juni 2026.

Bahkan orang tua calon siswa dapat memanfaatkan waktu dan hari tertentu saat mendaftar secara daring, agar tidak terjadi kepadatan akses yang berpotensi menyebabkan gangguan pada server pendaftaran terutama pada hari pertama pembukaan.

"Puluhan SMP negeri  membuka SPMB secara daring sehingga calon siswa tidak perlu datang langsung ke sekolah untuk mendaftar cukup dari rumah melalui ponsel atau laptop milik orang tuanya," kata Ipan.

Baca juga: Disdik Kota Bandung buka posko aduan SPMB tahun ajaran 2026/2027
Baca juga: Disdik Bogor antisipasi manipulasi alamat dalam SPMB 2026

Pihaknya sudah meminta seluruh sekolah yang menggelar SPMB secara daring menggencarkan sosialisasi termasuk memanfaatkan waktu tertentu bagi orang tua calon siswa tidak terpaku pada hari pertama sehingga dapat berpotensi terjadinya gangguan server, katanya.

Dia menilai dengan waktu yang cukup panjang serta jalur penerimaan calon siswa yang sama dengan tahun sebelumnya seperti jalur domisili 45 persen, prestasi 30 persen, afirmasi 20 persen dan perpindahan orang tua 5 persen, calon siswa dapat mendaftar dengan tenang.

Hanya terdapat perubahan pada komponen penilaian jalur prestasi, dimana tahun ini nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) mulai diperhitungkan sebagai salah satu indikator seleksi dengan bobot 15 persen dan nilai rapor 15 persen.

Baca juga: Disdik Depok buka posko pengaduan SPMB TK hingga SMPN

"Jadi silahkan manfaatkan waktu tertentu tidak terburu-buru mendaftar pada hari pertama karena dapat mengganggu sistem pada server SPMB di masing-masing sekolah karena banyaknya pendaftar," kata Ipan.

Pihaknya memprediksi lonjakan pendaftar setiap tahunnya selalu terjadi, terutama di sekolah yang dianggap favorit, namun pihak sekolah tetap harus berpedoman pada kuota yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

Sedangkan bagi calon peserta didik yang tidak diterima di sekolah tujuan diharapkan dapat mendaftar ke sekolah negeri lain yang masih memiliki kuota atau mempertimbangkan sekolah swasta di sekitar tempat tinggalnya.



Pewarta: Ahmad Fikri
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026