Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menyatakan keprihatinan mendalam terhadap kasus kematian ibu melahirkan akibat pendarahan dalam perjalanan menuju rumah sakit sehingga berkomitmen untuk menggenjot infrastruktur kesehatan daerah guna menghindari kasus serupa pada masa datang.

"Saya prihatin, saya mendengar bahwa ada yang meninggal karena pendarahan, kalau melahirkan menuju rumah sakit membutuhkan waktu yang lama," kata Presiden Prabowo saat meresmikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kiai Haji Muhammad Thohir di Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, Rabu, dikutip dari siaran resmi Sekretariat Presiden.

Menurut Prabowo, kendala jarak dan waktu tempuh yang lama bagi pasien kritis tersebut merupakan persoalan krusial yang harus segera diatasi oleh pemerintah.

Baca juga: Prabowo sebut distribusi 1.000 alkes bagian modernisasi layanan kesehatan

Oleh karena itu, kata Presiden, pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui pembenahan infrastruktur medis di seluruh wilayah Indonesia.

Pemerintah telah menyusun rencana strategis melalui Kementerian Kesehatan untuk melakukan perbaikan fasilitas kesehatan dalam skala besar.

"Dalam tiga tahun yang akan datang kita akan membangun bilamana membangun baru, kalau bisa memperbaiki, renovasi 300 sampai 350, sampai 400 rumah sakit di seluruh kabupaten di Indonesia," ujar Presiden.

Baca juga: Presiden resmikan RSUD KH Muhammad Thohir di Krui Lampung

Selain pembangunan rumah sakit di tingkat kabupaten, program prioritas tersebut juga mencakup perbaikan dan modernisasi terhadap 10.000 puskesmas di seluruh tanah air.

Presiden berharap kehadiran RSUD K.H. Muhammad Thohir ini dapat memutus mata rantai persoalan aksesibilitas medis bagi warga lokal.

Melalui fasilitas baru ini, masyarakat di Kabupaten Pesisir Barat diharapkan tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan penanganan medis darurat.



Pewarta: Aditya Ramadhan
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026