Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Jaksel) menargetkan sebanyak 6.023 rukun tetangga (RT) menerapkan pemilahan sampah melalui biopori dan teba modern guna mendukung pengurangan volume sampah yang dibuang ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
"Sudah ditetapkan target untuk pencapaian, yaitu total kurang lebih 6.023 RT di wilayah Jakarta Selatan ini seluruhnya akan menerapkan pemilahan sampah," kata Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo di kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Rabu.
Dia mengatakan target tersebut telah disosialisasikan kepada seluruh wilayah sebagai bagian dari pelaksanaan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 mengenai Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.
Baca juga: Terminal Rambutan galakkan program pilah sampah kurangi beban Bantar Gebang
Baca juga: Pemkot Jakut deklarasi kota yang lakukan 100 persen pilah sampah dari sumber
Menurut dia, pemilahan sampah dilakukan sejak dari rumah tangga agar sampah organik dan anorganik dapat dikelola secara lebih efektif.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Jakarta Selatan Iwan K Santoso mengatakan sosialisasi masih terus dilakukan di 6.023 RT dan 578 RW setempat agar seluruh wilayah memahami mekanisme pemilahan sampah.
Pewarta: Luthfia Miranda PutriUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.