Kota Bogor (ANTARA) - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Bogor, Jawa Barat, menggelar pelatihan kreativitas kain perca yang diikuti 120 anggotanya untuk mendorong pemanfaatan limbah kain menjadi produk bernilai ekonomi dan membuka peluang tambahan pendapatan bagi keluarga.

Asisten Umum Sekretariat Daerah Kota Bogor Iceu Pujiati dalam kegiatan yang berlangsung di Balai Kota Bogor, Selasa, mengatakan pelatihan tersebut menjadi langkah positif dalam meningkatkan keterampilan, kreativitas, dan wawasan peserta untuk menghasilkan karya yang bermanfaat.

"Pengembangan diri penting untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan kepercayaan diri. Di tengah dinamika ekonomi dan sosial, kreativitas menjadi modal utama yang perlu terus diasah," kata Iceu.

Menurut dia, pemanfaatan kain perca dalam pelatihan tersebut menjadi contoh bahwa bahan yang selama ini dianggap limbah dapat diolah menjadi produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi.

Selain membantu meningkatkan perekonomian keluarga, produk hasil olahan kain perca juga dinilai mampu berkontribusi dalam mengurangi sampah dan mendukung upaya pelestarian lingkungan.

Iceu menuturkan keterampilan mengolah kain perca dapat menjadi peluang usaha rumahan yang berpotensi menambah sumber pendapatan keluarga jika dikembangkan secara berkelanjutan.

Karena itu, ia berharap para peserta dapat terus mengembangkan hasil pelatihan menjadi produk yang memiliki nilai jual dan daya saing di masyarakat.

"Melalui kreativitas, ketekunan, dan semangat kewirausahaan, perempuan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Penasihat DWP Kota Bogor Yantie Rachim mengapresiasi konsistensi organisasi tersebut dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan keterampilan anggotanya.

Menurut Yantie, pelatihan kreativitas kain perca tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang dapat dimanfaatkan oleh para anggota DWP.

"Jadi, para ibu jangan hanya sekadar belajar, tetapi juga berusaha memproduksi hasil karya sehingga bisa menggerakkan ekonomi keluarga maupun masyarakat," kata Yantie Rachim.

Ia berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat menjadi bekal untuk menciptakan produk kreatif yang bernilai jual sekaligus memperkuat peran perempuan dalam mendukung perekonomian keluarga.

 



Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026