Cirebon (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat menyebut Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Gunung Santri di kabupaten setempat mendekati kondisi kelebihan kapasitas setelah beroperasi lebih dari 15 tahun.
Kepala DLH Kabupaten Cirebon Dede Sudiono di Cirebon, Selasa, mengatakan pemerintah daerah saat ini menyiapkan lokasi baru untuk fasilitas pengolahan sampah di wilayah Kecamatan Gempol guna mengantisipasi keterbatasan daya tampung TPA tersebut.
"TPA Gunung Santri saat ini sudah mendekati kelebihan kapasitas. Karena itu, kami menyiapkan alternatif fasilitas baru di wilayah Gempol," katanya.
Ia menjelaskan TPA Gunung Santri memiliki luas sekitar lima hektare, dengan kapasitas penerimaan sampah mencapai 300 ton per hari.
Baca juga: Cirebon prioritaskan perbaikan pengolahan air lindi TPA Kopi Luhur
Sementara itu, kata dia, Kabupaten Cirebon juga memiliki TPA Kubangdeleg di Kecamatan Karangwareng yang memiliki luas serupa dengan kapasitas sekitar 100 ton sampah per hari.
Menurut Dede, pembangunan fasilitas baru di Kecamatan Gempol masih berada pada tahap pembebasan lahan yang ditangani perangkat daerah terkait.
"Rencananya lokasi baru berada di wilayah Kecamatan Gempol dengan luas sekitar lima hektare," ujarnya.
Berdasarkan perhitungan DLH, produksi sampah di Kabupaten Cirebon diperkirakan mencapai sekitar 1.260 ton per hari, seiring jumlah penduduk yang mencapai sekitar 2,5 juta jiwa.
Dari jumlah tersebut, lanjut dia, sekitar 400 ton sampah per hari ditangani melalui dua TPA yang saat ini beroperasi.
Baca juga: Petugas gabungan padamkan api di TPA Kopi Luhur Cirebon pada Selasa pagi
Untuk mengurangi beban TPA, pemerintah daerah juga mengoptimalkan sejumlah Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang mengolah sampah menjadi berbagai produk bernilai guna.
"Sebagian sampah diolah menjadi RDF, kompos, pupuk cair, maggot, hingga bahan baku plastik daur ulang melalui TPST yang tersebar di beberapa wilayah," katanya.
Selain itu, DLH Kabupaten Cirebon tengah mendorong pengembangan teknologi pengolahan sampah melalui program waste to fuel dan waste to energy.
Dede mengatakan program tersebut diharapkan mampu mempercepat pencapaian target pengurangan sampah, menuju konsep zero waste di Kabupaten Cirebon.
"Kami terus berupaya agar sampah tidak hanya dibuang ke TPA, tetapi diolah menjadi sumber energi dan produk yang memiliki nilai manfaat, sehingga target zero waste dapat tercapai secara bertahap," katanya.
Pewarta: Fathnur RohmanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.