Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengembangkan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) melalui program Massive Open Online Course (MOOC) sebagai upaya mempercepat transformasi digital di sektor kepegawaian.

"MOOC menjadi solusi efektif meningkatkan kapasitas ASN secara lebih luas, fleksibel dan berkelanjutan," kata Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bekasi Bennie Yulianto Iskandar di Cikarang, Selasa.

Ia mengatakan program tersebut merupakan bagian dari transformasi digital dalam pengembangan kompetensi ASN yang sejalan dengan kebutuhan birokrasi modern. BKPSDM berperan sebagai penyelenggara program pembelajaran tersebut.

Menurut Bennie, pemanfaatan platform digital memungkinkan proses pembelajaran berlangsung lebih efektif, efisien, dan sesuai kebutuhan pengembangan kompetensi aparatur.

"Melalui platform digital, proses pembelajaran dapat dilaksanakan secara lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran sesuai kebutuhan pengembangan kompetensi aparatur," ujarnya.

Pelaksanaan MOOC juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) serta berbagai regulasi dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) terkait pengembangan kompetensi pegawai.

Ia menilai MOOC menjadi sarana strategis untuk mempercepat pemerataan pengembangan kompetensi berbasis teknologi digital sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya aparatur, khususnya Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

"Melalui MOOC, kami berharap dapat mewujudkan ASN profesional, adaptif, berintegritas, serta mampu mendukung reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik," katanya.

BKPSDM, lanjut dia, telah menyiapkan pelaksanaan program tersebut melalui koordinasi dengan seluruh perangkat daerah serta berkolaborasi dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), LAN, dan para narasumber yang kompeten.

Menurut Bennie, pelaksanaan program sejauh ini berjalan baik dengan partisipasi aktif peserta dalam diskusi, sesi tanya jawab, penyelesaian tugas, dan kegiatan pembelajaran lainnya.

"Ini menunjukkan semangat belajar ASN Kabupaten Bekasi sangat baik," ujarnya.

BKPSDM juga melakukan evaluasi secara berkala untuk mengukur tingkat partisipasi peserta, pemahaman materi, dan efektivitas pembelajaran.

"Evaluasi menjadi bagian penting agar kualitas program terus meningkat dan dapat menjawab kebutuhan pengembangan kompetensi ASN yang dinamis," katanya.

Ia menambahkan pemanfaatan sistem pembelajaran daring menjadi salah satu inovasi yang mendukung pengembangan kompetensi ASN di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Selain memberikan fleksibilitas belajar tanpa mengganggu tugas kedinasan, pendekatan tersebut juga memperkuat literasi digital pegawai agar siap menghadapi tuntutan pelayanan publik di era digital.

Bennie mengatakan MOOC tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga membangun budaya belajar berkelanjutan di kalangan ASN.

"Fleksibilitas pembelajaran memungkinkan ASN belajar kapan saja dan di mana saja. Kami ingin membangun budaya belajar yang kuat sehingga ASN semakin adaptif, berorientasi pelayanan, akuntabel, dan menjunjung tinggi nilai-nilai ASN BerAKHLAK," katanya.

Materi pembelajaran terus disesuaikan dengan kebutuhan aktual, termasuk penguatan integritas dan pencegahan korupsi. Pengawasan juga dilakukan terhadap seluruh proses pembelajaran, mulai dari kehadiran peserta hingga implementasi hasil pembelajaran di lingkungan kerja.

"Hasil monitoring menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan materi, metode pembelajaran, kualitas narasumber, maupun sistem penyelenggaraan MOOC secara keseluruhan," ujarnya.

Ia berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sehingga berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan kinerja organisasi perangkat daerah.

"Kami mengajak seluruh peserta mengikuti setiap tahapan pembelajaran dengan sungguh-sungguh. Jadikan MOOC sebagai sarana meningkatkan kompetensi diri tanpa mengabaikan tugas dan tanggung jawab pekerjaan," ucapnya.
 



Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026