Bogor (ANTARA) - Piala Dunia 2026 mencatatkan sejarah baru sepak bola dunia yang akan menjadi kombinasi keunggulan teknik pembinaan sport dengan teknologi digital plus pemanfaatan  kecerdasan buatan untuk pertama kalinya. 

Pertama kalinya digelar dengan format tiga tuan rumah bersama yakni Meksiko, Amerika Serikat dan Kanada. 

Ketiga negara akan menyuguhkan stadion dengan teknologi modern dan penyempurnaan dari pelaksanaan piala dunia tahun-tahun sebelumnya.

Selain itu akan menjadi pembuktian antusiasme penggemar sepak bola di Amerika Utara. Yang mana Meksiko dan Amerika Setikat memiliki pengalaman menjadi tuan rumah piala dunia. Sementara Kanada juga memiliki catatan sebagai negara yang juga pernah tampil di piala dunia.

Piala Dunia 2026 menjadi perhelatan piala dunia sepak bola dengan peserta terbanyak yakni 48 negara yang dibagi ke dalam 12 grup. Masing-masing grup terdiri dari empat tim. Dengan demikian lebih banyak pertandingan yang dilakoni tim yang melaju ke babak final. 

Format baru dengan melibatkan 48 negara,  memiliki potesi untuk meningkatkan pendapatan hak siar, sponsor dan tiket. Di sisi lain banyak negara khususnya yang selama ini kesulitan menembus kontestasi di babak final Piala Dunia, tahun 2026 ini mereka berkesempatan tampil.

Di Indonesia, hak siar Piala Dunia 2026 dipegang stasiun televisi kebanggaan Indonesia yakni TVRI. Sejumlah media juga mengirimkan tim peliput untuk melaporkan on the spot. Termasuk Kantor Berita ANTARA (LKBN ANTARA) akan mengirimkan tim peliput ke Piala Dunia 2026.

Euforia Piala Dunia 2026 di tanah air akan diwarnai dengan hadirnya sejumlah titik nonton bareng dengan melibatkan dunia usaha dan UMKM. 

Piala Dunia 2026 diharapkan menjadi hiburan masyarakat Indonesia yang memiliki antusiasme terhadap dunia sepak bola. Sepak bola menjadi pemersatu masyarakat Indonesia dan dunia.
 



Pewarta: Pewarta BPJ
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026