Kabupaten Bekasi, Jabar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, melakukan sinkronisasi program strategis daerah dengan kebijakan pembangunan nasional melalui kunjungan kerja ke Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menyatakan kunjungan kerja dalam rangka audiensi ini bertujuan untuk memastikan sejumlah program strategis nasional yang berada di Kabupaten Bekasi berjalan selaras dengan agenda pembangunan pusat.

"Alhamdulillah, tadi kita sudah beraudiensi dengan Bappenas dalam hal sinkronisasi pembangunan. Memang di wilayah kita ada beberapa program strategis nasional," katanya di Cikarang, Jabar, Senin.

Sejumlah program pusat dimaksud antara lain Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPA Burangkeng, Giant Sea Wall, Sekolah Rakyat (SR), SPAM Regional Jatiluhur I serta pembangunan Tol Jakarta-Cikampek Selatan yang saat ini terus dikawal agar berjalan sesuai rencana.

Pihaknya dalam kesempatan itu turut menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan daerah, khususnya terkait peningkatan infrastruktur yang dinilai penting untuk mendukung posisi Kabupaten Bekasi sebagai episentrum kawasan industri.

"Kabupaten Bekasi memiliki kawasan industri terbesar se-Asia Tenggara. Yang kita butuhkan adalah infrastruktur tambahan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi agar terus berkembang," katanya.

Pemkab Bekasi mengusulkan dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan dan peningkatan sarana infrastruktur dasar mencakup saluran distribusi air, pengembangan jaringan transportasi serta penanganan titik-titik kemacetan.

"Kita mendapatkan banyak arahan, termasuk terkait saluran air untuk distribusi air bersih. Insya Allah akan terus dikawal bersama pemerintah pusat," ujarnya.

Asep menyatakan salah satu perhatian utama pemerintah daerah adalah penanganan perlintasan kereta api yang selama ini menjadi penyebab kemacetan di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi.

"Kita menginginkan beberapa perlintasan kereta yang sudah sangat padat dapat ditangani melalui pembangunan underpass atau solusi lain agar kemacetan bisa dikurangi," katanya.

Selanjutnya, menyangkut persoalan banjir yang juga menjadi fokus pembahasan dalam audiensi tersebut. Posisi Kabupaten Bekasi di wilayah hilir menyebabkan daerah ini kerap menerima limpasan air dari wilayah hulu saat curah hujan tinggi.

"Bekasi ini letaknya di hilir. Ketika Bogor hujan, meskipun Bekasi tidak hujan, air tetap mengalir ke wilayah kami. Karena itu kami meminta dukungan pusat untuk normalisasi sungai dan penanganan pendangkalan sungai yang menjadi kewenangan pemerintah pusat," katanya.

Terkait realisasi program yang telah dibahas, Asep mengaku optimistis sejumlah proyek strategis nasional dapat mulai direalisasikan pada 2027 karena secara prinsip telah mendapatkan dukungan.

"Kalau program strategis nasional, insya Allah semua terealisasi. Tadi, sudah tidak ada masalah, baik PSEL, SR, Sea Wall. Tol Japek II juga terus dikerjakan. Yang kita minta tambahan adalah dukungan untuk saluran air, penanganan perlintasan kereta serta pengendalian banjir," ujarnya.

Dirinya berharap seluruh program yang telah disinkronkan bersama Bappenas dapat terus mendapatkan pengawalan sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh segenap lapisan masyarakat Kabupaten Bekasi.



Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026