Kabupaten Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengembangkan pusat pelatihan pertanian dan peternakan terpadu atau integrated farming di kawasan Jalan Bojonggede-Kemang (Bomang) sebagai bagian dari upaya mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Bupati Bogor Rudy Susmanto di Cibinong, Senin, mengatakan kawasan jalur tengah yang nantinya diperuntukkan sebagai jalur cepat pada proyek Jalan Bomang akan dimanfaatkan sementara sebagai pusat pelatihan budidaya tanaman dan peternakan.

"Kawasan jalur tengah yang nantinya menjadi jalur cepat akan kita manfaatkan terlebih dahulu sebagai kawasan integrated farming yang bisa digunakan masyarakat untuk belajar budidaya tanaman dan peternakan," kata Rudy.

Menurut dia, program tersebut menjadi bagian dari sejumlah langkah strategis yang tengah disiapkan Pemkab Bogor untuk mengintegrasikan pembangunan infrastruktur dengan penguatan ekonomi masyarakat dan pelestarian lingkungan.

Baca juga: HKTI-LDII perkuat pertanian Bogor lewat Pelatihan Holtikultura

Rudy menjelaskan pengembangan kawasan integrated farming dilakukan seiring persiapan pembangunan Jalan Bojonggede-Kemang yang akan dilengkapi dengan flyover guna mengurai kemacetan dan meningkatkan konektivitas antarwilayah.

Ia menegaskan pembangunan infrastruktur harus direncanakan secara matang agar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

"Pembangunan infrastruktur tidak bisa dilakukan secara instan. Semua harus dipersiapkan dengan baik sejak jauh hari. Insyaallah apabila tidak ada kendala, pembangunan flyover Bojonggede-Kemang akan mulai dilelang pada Desember 2026," ujarnya.

Selain mengembangkan kawasan pertanian terpadu, Pemkab Bogor juga merencanakan pembangunan Taman Wisata Edukasi Sampah sebagai sarana pembelajaran pengelolaan sampah yang memiliki nilai ekonomi.

Baca juga: Era petani milenial, eranya smart farming

"Kami ingin masyarakat memahami bahwa sampah tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi apabila dikelola dengan baik," kata Rudy.

Ia menambahkan seluruh program tersebut merupakan bagian dari konsep pembangunan berkelanjutan yang mengedepankan keseimbangan antara pembangunan infrastruktur, pelestarian lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Menurut Rudy, meski dihadapkan pada keterbatasan fiskal, Pemkab Bogor tetap berkomitmen mempercepat pembangunan dengan mengedepankan skala prioritas serta peningkatan pendapatan daerah.

"Kami memahami kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur yang lebih baik. Pemerintah tidak diam. Kami terus bergerak menyelesaikan berbagai persoalan, termasuk persoalan lahan yang menjadi bagian dari proses pembangunan," ujarnya.

Rudy berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat mendukung terwujudnya Kabupaten Bogor yang lebih maju, aman, adil, dan makmur melalui pembangunan yang memberi manfaat langsung bagi warga.

 



Pewarta: M Fikri Setiawan
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026