Meulaboh (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat mencatat seluas 29,1 hektare lahan gambut dan perkebunan masyarakat di kawasan setempat terbakar.

“Upaya pemadaman masih terus kami lakukan, dengan harapan kobaran api dapat segera dikendalikan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat, Teuku Ronal kepada wartawan di Meulaboh, Senin malam.

Berdasarkan data yang dihimpun BPBD Aceh Barat, kebakaran tersebar di empat kecamatan yakni Kecamatan Bubon meliputi Desa/Gampong Berawang 15 ha dan Kuta Padang Layung 10 ha. Lalu Kecamatan Johan Pahlawan meliputi Desa Lapang 1 ha dan Seuneubok 0,5 ha.

Kemudian Kecamatan Arongan Lambalek meliputi Desa Gunung Pulo seluas 1 ha, serta Kecamatan Meureubo meliputi Desa Ujong Tanoh Darat seluas 1,6 ha.

Baca juga: Kebakaran lahan di Nagan Raya Aceh meluas capai 17 hektare
Baca juga: 20 hektare lahan Aceh Jaya terbakar sejak Januari-Maret 2026, BPBK imbau warga stop membakar

Teuku Ronal mengatakan karhutla ini telah merusak vegetasi hijau di area terdampak. Selain itu, kabut asap yang dihasilkan mulai mengganggu pernapasan warga dan berpotensi meluas jika tidak segera ditangani secara masif.

Ia mengatakan, meski petugas bersama tim gabungan sudah dikerahkan, namun kobaran api di sekitar lokasi masih sulit dipadamkan karena angin kencang menghambat upaya pemadaman dan mempercepat perambatan api serta memicu titik baru.

Asap tebal juga membuat jarak pandang petugas terbatas, serta akses jalan membuat kendaraan roda empat/armada pemadam sulit menjangkau titik api utama.

Baca juga: Pemkab Aceh Barat tetapkan status darurat bencana kebakaran hutan dan lahan

Ada pun unsur gabungan yang terus bersiaga dan bekerja memadamkan api di Kabupaten Aceh Barat di antaranya meliputi personel BPBD Aceh Barat, Kodim 0105 Aceh Barat, Polres Aceh Barat, Pos Damkar Woyla, Koramil, Polsek, KPH IV Wilayah Aceh, mahasiswa UKM PK UTU Meulaboh, serta masyarakat di sekitar lokasi kejadian.

BPBD Aceh Barat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika melihat adanya indikasi titik api baru di wilayah mereka agar bisa segera diantisipasi sejak dini.



Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026