Makassar (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) fokus mengembangkan inovasi berbasis teknologi nuklir untuk keperluan sektor kesehatan hingga pangan atau pertanian.

"Jadi nuklir untuk kesehatan dan pangan ini adalah dua hal yang juga harus kita kembangkan, termasuk di dalamnya adalah bagaimana kita melakukan iradiasi pangan untuk produk-produk buah-buahan yang akan kita ekspor," ujar Kepala BRIN Arif Satria pada Konferensi Internasional Milad ke-72 UMI di Makassar, Senin.

Ia menjelaskan, selama ini kita menggantungkan pada fasilitas yang dimiliki oleh negara-negara lain. Misalnya, sebelum kegiatan ekspor ke tujuan tertentu, biasanya transit ke negara tertentu untuk diiradiasi kemudian diekspor lagi.

Kondisi itu, menurut Arif Satria, justru membuat biaya produksi atau kegiatan ekspor impor yang harus dikeluarkan akan lebih mahal.

Baca juga: Poltek Nuklir Indonesia BRIN buka penerimaan mahasiswa baru jalur ujian tulis
Baca juga: BRIN lakukan pemeriksaan fasilitas untuk operasional RSG-GAS

Oleh karena itu, kata dia, BRIN sudah mengembangkan iradiasi pangan di Jakarta sehingga para eksportir sebelum mengekspor bisa memanfaatkan fasilitas BRIN untuk dilakukan iradiasi dalam rangka bisa mengawetkan produk pangan, menjaga kandungan gizi, dan memastikan keamanan dari mikroba serta hama.

Arif Satria menambahkan, BRIN sudah menghasilkan Sidenuk, yaitu varietas Sidenuk. Varietas ini adalah varietas yang dikembangkan dengan menggunakan teknologi nuklir dengan produktivitas yang sangat tinggi, resisten hama, dan lain sebagainya.

"Jadi saya kira ini sebuah solusi yang penting untuk bagaimana pangan kita ke depan juga bisa bertarung di level global melalui teknologi nuklir," ujarnya.

Baca juga: KemenPAN-RB: Peluang karier ASN terbuka untuk peneliti dan perekayasa

Begitu pun pada sektor kesehatan, menurut Arif Satria, sangat penting untuk dikembangkan. Apalagi selama ini orang sudah memanfaatkan teknologi nuklir untuk kesehatan.

"Seperti misalnya, untuk radiologi. Itu kan basisnya adalah teknologi nuklir. Dan kemudian untuk pangan, untuk pangan itu bisa menciptakan sejumlah varietas berbasis pada teknologi nuklir," ujarnya.



Pewarta: Abdul Kadir
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026