Jakarta (ANTARA) - Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah DKI Jakarta Afan Adriansyah Idris mengatakan tantangan terbesar dalam penanganan sampah di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, yaitu sampah yang selalu datang dari arah hulu.

“Tantangan terbesarnya yang pasti adalah sampah yang selalu datang dari arah hulu,” kata Afan di Jakarta, Jumat (5/6).

Kendati demikian, dia mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mengaktifkan petugas yang ada di hulu untuk mencegah melalui sekat ataupun dengan saringan sampah agar tidak bergerak sampai ke pesisir.

Afan pun menyebutkan pembersihan tumpukan sampah di kawasan Muara Angke ditargetkan selesai pada Sabtu sore ini.

Baca juga: Tumpukan sampah di hutan mangrove, tapi bukan di kawasan SMMA
Baca juga: Sejumlah pihak lanjutkan aksi bersihkan sampah di kawasan Hutan Mangrove Muara Angke, Kamis

Pembersihan sampah itu dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta dengan mengerahkan personel, alat berat, dan armada pengangkut sampah.

Dalam proses pembersihan tersebut, kata Afan, dikerahkan sebanyak 100 petugas lapangan, dua ekskavator amfibi, serta tiga kapal pengangkut sampah.

Setelah pembersihan selesai, DLH DKI akan melakukan pengawasan dan inspeksi rutin untuk mencegah sampah tidak kembali menumpuk.

Selain pembersihan, Pemprov DKI juga memperkuat pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke badan air.

Baca juga: Peneliti BRIN ajak lokalisir sampah dari sungai dan laut yang menuju Hutan Mangrove

Afan mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah ke saluran air, kali, waduk, situ, embung, maupun badan air lain karena dapat mencemari lingkungan dan meningkatkan risiko banjir.

“Menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah agar lingkungan tetap bersih, sehat, dan terhindar dari berbagai dampak negatif, termasuk banjir,” tutur Afan. 



Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026