Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berharap Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Perum LKBN Antara Tahun 2026 memperkuat kapasitas lembaga kantor berita tersebut sebagai otoritas narasi negara.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika DIY Hari Edi Tri Wahyu Nugroho saat membacakan sambutan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X pada pembukaan Rakernas Perum LKBN Antara 2026 di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, dalam era digital sekarang ini, tantangan utama bukan lagi kekurangan informasi, melainkan kelebihan informasi yang tidak selalu terverifikasi.

Oleh karena itu, integritas informasi memberi alasan mengapa negara harus hadir. Negara perlu hadir sebagai rujukan yang sahih dan sebagai penjernih informasi.

"Dengan pemaknaan itulah, saya berharap, Rakernas Antara Tahun 2026 dapat memperkuat kapasitas Antara sebagai otoritas narasi negara yang kredibel, konstruktif, dan berintegritas," katanya.

Baca juga: Rakernas kokohkan peran strategis Antara dalam ekosistem informasi negara

Pemda DIY juga berharap Antara tidak hanya menjadi penyampai berita yang cepat, tetapi juga penjaga informasi yang tepat, tidak hanya resmi, tetapi dipercaya, tidak hanya menyampaikan fakta, tetapi juga membantu publik memahami makna.

"Semoga Antara terus menjadi penjaga tutur kebangsaan yang jernih, berimbang, dan bermartabat," katanya.

Menurut dia, penguatan Antara sebagai otoritas narasi negara sangat relevan dengan tantangan komunikasi publik hari ini, ketika negara tidak hanya dituntut mengambil kebijakan yang tepat, tetapi juga menjelaskan kebijakan secara jernih, kredibel, dan bertanggung jawab.

Dalam kearifan lokal Jawa, dikenal pitutur 'ajining diri dumunung ana ing lathi'. Martabat diri terletak pada lisan. Jika ditarik ke dalam konteks kelembagaan, martabat negara juga tercermin dari cara negara bertutur kepada rakyatnya.

"Tutur negara yang baik adalah tutur yang memberi pegangan. Bukan tutur yang menutup perbedaan, melainkan tutur yang menjaga agar perbedaan tetap berada dalam koridor kebangsaan," katanya.

Dalam konteks pemerintahan modern, narasi bukan sekadar perangkat komunikasi, namun bagian dari tata kelola. Bahkan, narasi strategis merupakan cerita besar yang dirancang untuk menjelaskan siapa kita, apa yang sedang terjadi, dan ke mana kebijakan diarahkan.

"Narasi yang baik membentuk identitas, memperkuat legitimasi, mendukung tujuan kebijakan, serta membantu publik memahami arah tindakan pemerintah. Dengan demikian, narasi strategis memberi arah," katanya.



Pewarta: Hery Sidik
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026