Kabupaten Bogor (ANTARA) - Mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berharap Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Nanik S Deyang, dapat memperjuangkan penguatan payung hukum program tersebut melalui pembentukan undang-undang.
Ketua Yayasan Humairah Sejahtera sekaligus mitra MBG Alwiyah Maulidiyah atau Dial Hasan di Bogor, Rabu, mengatakan status hukum yang lebih kuat diperlukan untuk menjamin keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
“Program MBG ini adalah program yang sangat luar biasa dan memang menjadi program impian Bapak Prabowo sejak lama. Karena itu, program ini harus kita kawal bersama agar tetap berjalan sesuai tujuan awalnya,” kata Dial Hasan.
Menurut dia, pergantian kepemimpinan di BGN perlu menjadi momentum untuk memperkuat pelaksanaan program sekaligus melakukan evaluasi terhadap berbagai dinamika yang terjadi selama ini.
Ia menilai kepemimpinan baru di BGN perlu fokus pada perbaikan sistem dan tata kelola agar program dapat berjalan semakin efektif serta memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.
“BGN akan semakin kuat apabila dibangun dengan keteduhan, profesionalisme, dan semangat kekeluargaan. Kepemimpinan yang menenangkan akan melahirkan kerja yang berkualitas dan kebersamaan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Dial Hasan menegaskan salah satu agenda penting yang perlu diperjuangkan adalah menjadikan Program Makan Bergizi Gratis sebagai undang-undang. Menurutnya, langkah tersebut akan memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program.
“Kalau program ini menjadi undang-undang, maka perlindungan bagi para pekerja, mitra, dan masyarakat penerima manfaat akan semakin kuat. Itu yang kami harapkan dari pemerintah dan kepemimpinan BGN yang baru,” katanya.
Selain memberikan manfaat dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, Program MBG juga dinilai memberikan dampak ekonomi yang nyata di sejumlah daerah melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan penyerapan hasil pertanian lokal.
Konsultan sekaligus perwakilan Yayasan Surya Telaga Cendekia, Azka Muhammad Pinandito, mengatakan keberadaan dapur MBG telah membantu mengurangi angka pengangguran di Desa Tangkil, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.
“Angka pengangguran berkurang cukup signifikan setelah adanya dapur MBG. Banyak masyarakat yang sebelumnya kesulitan mendapatkan pekerjaan kini bisa bekerja di dapur maupun dalam rantai pasok kebutuhan pangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar untuk operasional dapur MBG turut memberikan manfaat bagi petani dan pemasok lokal.
“Untuk kebutuhan beras saja, satu dapur bisa menyerap sekitar satu ton dalam seminggu. Karena kami memiliki empat dapur, berarti sekitar empat ton beras setiap minggu yang dibeli dari pemasok lokal,” kata Azka.
Ia berharap kepemimpinan baru di BGN dapat terus memperbaiki tata kelola Program Makan Bergizi Gratis sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal.
Pewarta: M Fikri SetiawanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.