Karawang (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang, Jabar mengimbau agar masyarakat tidak mengonsumsi ikan mati massal di saluran irigasi wilayah Karawang Timur, karena kondisi air di saluran irigasi itu masih dalam proses pemeriksaan laboratorium.

Kabid Tata Lingkungan dan Penataan Peraturan Dinas Lingkungan Hidup Karawang, Luki Mantera Dwi Putra Romly, di Karawang, Selasa mengatakan hingga kini pihaknya belum bisa memastikan ikan yang mati mengambang di sungai irigasi karena keracunan atau sebab lain.

Pihaknya juga belum memastikan kandungan air di saluran irigasi tersebut yang memicu matinya ikan secara massal tersebut.

Untuk itu diimbau agar warga tidak mengonsumsi ikan mati yang ada di saluran irigasi Kelurahan Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur atau di sekitar wilayah saluran irigasi.

Baca juga: DLH Karawang telusuri kasus kematian massal ikan di saluran irigasi induk

Menurut Luki, matinya ikan secara massal di saluran irigasi menarik perhatian masyarakat. Banyak dari mereka sengaja datang untuk melihat ikan mati mengambang. Selain itu, tidak sedikit pula masyarakat yang sengaja datang dan mengambil ikan dan dibawa pulang.

"Jadi supaya aman, kami mengimbau agar ikan yang mati massal itu jangan dikonsumsi, karena kita belum tahu kandungan di dalam ikan sampai mati mengambang," katanya.

Disebutkan, Dinas Lingkungan Hidup Karawang bersama Satgas Citarum Harum sudah bergerak mencari penyebab ribuan ikan mati mengambang.

Petugas sedang melakukan penelusuran penyebab ikan mati mengambang. Petugas juga sudah melakukan pengujian kualitas air dengan parameter derajat keasaman (pH).

Hasil dari analisa menunjukkan nilai ph berada di angka 6 atau masuk dalam rentang baku mutu lingkungan, yakni antara 6 hingga 9.

Baca juga: Dedi Mulyadi: Perlu pengaturan pola tanam atasi ikan mati massal di Jatiluhur

Meski begitu, hasil tersebut belum cukup menjelaskan penyebab kematian ikan.

Dinas Lingkungan Hidup Karawang, kata dia, telah melakukan pengambilan sample air untuk diuji lebih lanjut di laboratorium lingkungan.

"Kami masih belum bisa menyimpulkan penyebabnya dan masih menunggu hasil laboratorium," kata dia.

Sambil menunggu hasil uji laboratorium dan penyelidikan lebih lanjut, masyarakat diimbau agar tidak mengonsumsi ikan mati yang ditemukan di saluran irigasi. Hal tersebut guna menghindari resiko kesehatan yang mungkin timbul.



Pewarta: M.Ali Khumaini
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026