Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, memperkuat integrasi sektor seni budaya dengan pariwisata dan pendidikan sebagai strategi pengembangan ekonomi kreatif daerah berbasis potensi lokal yang tersebar di berbagai wilayah.
Bupati Bandung, Dadang Supriatna mengatakan, penguatan ekosistem budaya dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari pelaku seni, pengelola destinasi wisata, pelaku usaha pariwisata, hingga dunia pendidikan.
“Silakan tunjukkan penampilan seni budayanya kepada para wisatawan, berkolaborasi dengan tempat wisata, objek cagar budaya, travel wisata, perhotelan. Jadi bisa saling mengisi dan kompak, jangan ada ego sektoral,” katanya dalam keterangan di Bandung, Sabtu.
Ia menegaskan, pemerintah daerah berperan sebagai regulator dan fasilitator, sementara penguatan ekosistem budaya harus tumbuh dari sinergi para pelaku di lapangan.
Pemkab juga telah memasukkan muatan lokal kebudayaan dalam kurikulum sekolah serta memberikan perlindungan bagi pelaku seni melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan gratis.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bandung, Wawan Ahmad Ridwan menyebut, Kabupaten Bandung memiliki basis pelaku seni yang sangat besar, namun masih membutuhkan penguatan pada sisi ikon dan agenda budaya berkelanjutan.
“Tapi memang kita belum punya ikon seni budaya yang bisa dijadikan destinasi wisata seperti Saung Angklung Udjo misalnya. Karena itu harus kita pikirkan bersama bagaimana format dan kegiatan seni budaya yang bisa dijadikan ikon Kabupaten Bandung,” ujarnya.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Bandung, saat ini terdapat 10.473 pelaku seni dan budaya yang tergabung dalam berbagai komunitas, terdiri dari 500 lingkung seni dan paguron, serta mencakup 51 jenis kesenian yang masih aktif berkembang di masyarakat.
Selain itu, Kabupaten Bandung juga memiliki 22 cagar budaya, 23 objek cagar budaya, 9 karya budaya, dan 9 lembaga budaya yang menjadi bagian dari kekayaan warisan budaya daerah.
Di sektor pariwisata, Kabupaten Bandung mencatat peningkatan signifikan jumlah destinasi wisata dari 807 destinasi pada 2022, menjadi 853 destinasi pada 2023, dan meningkat lagi menjadi 922 destinasi pada 2024.
Kawasan wisata utama seperti Ciwidey, Rancabali, Soreang, hingga Pangalengan menjadi penopang utama kunjungan wisatawan dengan daya tarik alam berupa kawah, perkebunan teh, danau, serta hutan wisata.
Sementara itu, sepanjang 2025 Kabupaten Bandung mencatat sekitar 13 juta kunjungan wisatawan, menunjukkan besarnya potensi sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah.
Pemerintah daerah menilai penguatan sektor pariwisata dan budaya menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas basis pendapatan daerah di luar pajak konvensional di tengah dinamika ekonomi yang masih menantang.
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.