Jakarta (ANTARA) - Ketua Pengurus Besar Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PB PGI) Prof. Ari Fahrial Syam, MD, MMB, PhD, FACP, FACG mengatakan bahwa kanker kolorektal dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat hingga mengonsumsi secara rutin sayur dan buah.

"Jadi ini penyakit yang bisa dicegah. Caranya (menerapkan) gaya hidup yang sehat. Ya kan kurangi makan daging-daging, banyak makan sayur, banyak minum, bergerak," kata Prof. Ari dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu.

Selain itu, ia juga menyarankan masyarakat untuk bisa mengelola stres, mencegah dan menangani obesitas serta tidak merokok dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol.

Ia juga menekankan pentingnya skrining atau langkah pemeriksaan awal kanker kolorektal, pasalnya temuan gejala awal kasus kanker ini bisa diatasi dengan melakukan pengobatan serta tindakan yang tepat.

Baca juga: Cermati lima hal penting kanker kolorektal incar generasi muda

Hal tersebut berkaca pada keberhasilan Taiwan yang mampu menekan angka kematian karena kanker sebesar 30 persen serta ditemukan individu dengan stadium lanjut sebesar kurang lebih 30 persen.

"Jadi artinya apa bahwa memang secara kualitas hidup masyarakat Taiwan meningkat dengan jumlah kasus advance yang ditemukan lebih cepat," jelasnya.

Adapun pasien gejala kanker kolorektal dengan stadium lanjut meliputi buang air besar berdarah, berat badan turun hingga diare kronik.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Human Cancer Research Centre (HCRC) Indonesian Medical Education and Research Institute (IMERI), Prof. Murdani Abdullah, MD, PhD, FACG,FASGE mengatakan bahwa skrining kanker kolorektal dianggap lebih menguntungkan dibandingkan dengan tidak skrining.

Hal ini tak hanya berkaitan dengan biaya pengobatan akibat kanker kolorektal namun juga mampu menurunkan produktivitas seseorang hingga menekan jumlah kematian yang disebabkan oleh kanker ini.

Baca juga: Lingkungan dan gaya hidup jadi faktor penyebab kanker kolorektal

Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi juga mengatakan bahwa skrining awal kanker bisa mempermudah dari sisi pengobatan terutama bagi individu yang diketahui menderita kanker tahap awal.

"Kalau sedini mungkin kita tahu pengobatannya tidak berat. Dia cuma mungkin perlu operasi aja. Nggak perlu kemo, tidak perlu radiasi. Kemudian supporting obat-obatnya juga berkurang," katanya.

Nadia mengatakan bahwa skrining kanker kolorektal dapat dilakukan masyarakat melalui program pemerintah yakni Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Dia kembali menyerukan masyarakat Indonesia untuk dapat memperbanyak konsumsi sayur dan buah lokal untuk memenuhi kebutuhan serat harian guna mencegah kanker ini.



Pewarta: Sinta Ambarwati
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026