Karawang (ANTARA) - PT Pupuk Kujang menyalurkan 51 ekor sapi dan tiga ekor domba kepada masyarakat, melalui program penyaluran hewan kurban pada momentum Hari Raya Idul Adha.
“Puluhan hewan kurban itu kami distribusikan secara mandiri, baik itu kepada masyarakat langsung maupun dititipkan melalui sejumlah instansi di tingkat nasional, provinsi hingga kabupaten dan kecamatan,” kata Refan Anggasatriya, Ketua Panitia Kurban Pupuk Kujang dalam keterangannya di Karawang, Kamis.
Ia mengatakan, program kurban tahun ini dirancang bukan sekadar sebagai ritual tahunan, melainkan sebagai bentuk dukungan secara sosial dan keagamaan.
“Dengan menggandeng para peternak lokal dalam pengadaan hewan kurban, program ini juga secara langsung ikut menggerakkan roda ekonomi mikro di daerah," katanya. .
Mewakili jajaran manajemen dan seluruh insan Pupuk Kujang, Refan menyatakan keberadaan Pupuk Kujang tidak dapat dipisahkan dari ekosistem sosial masyarakat di sekitarnya.
Menurut dia, perusahaan hadir dengan memegang prinsip keseimbangan antara kinerja bisnis dan tanggung jawab sosial.
"Melalui kolaborasi bersama jajaran pemerintah, kami ingin memastikan bahwa momentum Idul Adha ini menjadi daya dorong nyata dalam mempererat kolaborasi dan kepedulian sosial," katanya.
Ia memastikan 51 ekor sapi dan tiga ekor domba yang disalurkan telah melewati uji klinis ketat oleh otoritas veteriner.
Seluruh hewan kurban dinyatakan bebas dari penyakit menular serta telah mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) resmi.
Melalui langkah sinergis ini, Pupuk Kujang berharap momentum Idul Adha dapat terus menjadi jembatan kebaikan yang menyatukan peran korporasi, pemerintah, dan masyarakat dalam ikatan pembangunan yang berkelanjutan.
Wakil Bupati Karawang Maslani mengapresiasi program penyaluran hewan kurban dari kalangan industri di Kabupaten Karawang.
Ia menyatakan, program kurban merupakan salah satu bentuk aksi CSR yang menjadi tradisi positif di Indonesia. Alhasil, tradisi tersebut juga memperkuat sinergi positif dari berbagai unsur.
Pewarta: M.Ali KhumainiEditor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.