Jakarta (ANTARA) - Pelajar peserta konferensi nasional The Cornerstone 2026, Nadine Andini, menjadi penggalang donasi terbanyak dalam kegiatan yang menggabungkan forum gagasan dan aksi sosial untuk mendukung pemerataan akses pendidikan di daerah tertinggal.

Melalui ajakan kepada keluarga, kerabat, dan teman-temannya untuk membeli tiket registrasi The Cornerstone 2026, Nadine berhasil menghimpun dukungan yang kemudian disalurkan untuk mendukung program pendidikan di berbagai daerah pelosok Indonesia.

Keberhasilan tersebut menjadikan Nadine sebagai penggalang donasi terbanyak dalam perhelatan yang digelar EduALL bekerja sama dengan Indonesia Mengajar.

Dalam program tersebut, para pelajar tidak hanya berpartisipasi sebagai peserta konferensi, tetapi juga diajak menggerakkan jejaring terdekat mereka untuk berkontribusi terhadap pemerataan pendidikan melalui pembelian tiket registrasi acara.

Dukungan yang dihimpun para peserta memiliki dampak langsung karena seluruh hasil penjualan tiket The Cornerstone 2026 disalurkan melalui Indonesia Mengajar.

Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung pengiriman pengajar muda ke berbagai wilayah Indonesia, terutama daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal), guna membantu meningkatkan akses pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak di pelosok.

CEO EduALL Devi Kasih mengatakan pencapaian Nadine menunjukkan bahwa generasi muda mampu memberikan dampak sosial yang nyata ketika diberikan ruang untuk berinisiatif dan berkontribusi.

"Kami sangat bangga melihat para pelajar tidak hanya berani kritis di atas panggung diskusi, tetapi juga bergerak nyata untuk masyarakat. Pencapaian Nadine dalam mengajak keluarga dan teman-temannya membuktikan bahwa kepedulian bisa dimulai dari lingkaran terdekat. Generasi muda kita memiliki energi yang luar biasa untuk menjadi agen perubahan yang peduli pada nasib pendidikan saudara-saudaranya di pelosok," ujar Devi.

Menurut dia, The Cornerstone dirancang tidak hanya sebagai forum pertukaran ide, tetapi juga sebagai wadah bagi pelajar untuk menerjemahkan gagasan menjadi aksi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Melalui kolaborasi dengan Indonesia Mengajar, para peserta diajak memahami bahwa kontribusi terhadap dunia pendidikan dapat dilakukan dengan berbagai cara, termasuk melalui penggalangan dukungan dari lingkungan terdekat.

Inisiatif tersebut juga sejalan dengan visi EduALL dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemampuan memimpin perubahan.

Devi menuturkan bahwa pendidikan yang bermakna tidak berhenti pada pencapaian individu, melainkan turut membuka kesempatan bagi lebih banyak anak Indonesia untuk memperoleh akses belajar yang lebih baik.

Melalui The Cornerstone 2026, EduALL berharap semangat filantropi dan kepedulian sosial yang ditunjukkan Nadine dan para pelajar lainnya dapat menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk berkontribusi dalam mewujudkan pemerataan pendidikan menuju Indonesia Emas 2045.

EduALL merupakan konsultan pendidikan yang mendampingi siswa dalam mempersiapkan studi ke perguruan tinggi luar negeri. Selain membantu siswa mencapai tujuan akademik, EduALL juga berfokus pada pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.

Melalui berbagai program pengembangan diri, termasuk The Cornerstone, EduALL mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan (game changer) yang menghadirkan dampak positif bagi masyarakat.

 



Pewarta: M Fikri Setiawan
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026