Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kertamukti di Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menerima kunjungan Bank Dunia dan Improvement of Solid Waste Management to support regional and metropolitan cities Project (ISWMP) dalam rangka dukungan peningkatan pengelolaan sampah.

"Kunjungan ini merupakan agenda untuk memantau progres pengelolaan sampah dan optimalisasi fasilitas yang ada di TPST Kertamukti," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Wilayah III Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi Sopyan Rahayu di Cikarang, Selasa.

Ia mengatakan kunjungan tersebut terkait dengan progres kegiatan menyangkut optimalisasi pengelolaan sampah, mencakup penggunaan mesin pengering terbaru maupun pemeliharaan mesin Refuse Derived Fuel (RDF).

Menurutnya, aktivitas pengolahan sampah di TPST Kertamukti saat ini masih terkendala dari sisi pemeliharaan serta optimalisasi aset akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah daerah, meski pihaknya telah mengajukan permohonan pergeseran anggaran agar operasional TPST tetap berjalan.

Baca juga: TPST Kertamukti program pemerintah pusat kelola sampah Bekasi

Dengan aset mesin RDF yang saat ini dimiliki, lanjutnya, TPST Kertamukti belum mampu mendapatkan hasil olahan sampah secara optimal akibat kadar air masih tinggi atau kurang kering serta nilai kalori yang belum maksimal.

"Dari hasil kunjungan ini, Bank Dunia dan ISWMP tengah menyiapkan dukungan mesin pengering terbaru. Mudah-mudahan dua minggu ke depan alatnya sudah turun," katanya.

Dengan dukungan mesin pengering terbaru maupun pemeliharaan mesin RDF, kapasitas pengolahan TPST diharapkan meningkat. Saat ini TPST Kertamukti baru mampu mengelola 20 hingga 25 ton sampah per hari dari kapasitas ideal yang ditargetkan mencapai 50 ton per hari.

"Kita sekarang rata-rata hanya 20 sampai 25 ton sampah per hari yang bisa dikelola di TPST. Padahal konsep dari kementerian seharusnya 50 ton per hari. Mudah-mudahan nanti setelah optimalisasi mesin kita bisa mencapai target tersebut," ujarnya.

Baca juga: Warga Kertamukti Bekasi menolak rencana pembangunan TPST

Sopyan menjelaskan pengelolaan sampah di TPST Kertamukti melalui proses pemilahan oleh petugas berdasarkan jenis, mulai dari material RDF, plastik, sampah rumah tangga, hingga residu. Dari total sampah masuk, 25 persen dapat diolah RDF, sementara sisanya berupa residu dan material lain.

TPST Kertamukti saat ini baru bisa melayani sebagian sampah wilayah Kecamatan Cibitung, tepatnya empat desa di sekitar lokasi. Pengembangan operasional diperlukan agar mampu menjangkau cakupan sampah masyarakat secara lebih luas.

"Kalau bicara cukup atau kurang, tentu masih jauh sekali. Cibitung sekarang sudah menjadi wilayah perkotaan, penduduknya padat dan volume sampah terus meningkat setiap tahun," katanya.

Ia berharap keberadaan TPST Kertamukti dapat terus dijaga dan dikembangkan agar tetap beroperasi secara optimal. Dukungan segenap pemangku kepentingan, termasuk swasta, dibutuhkan untuk mengoptimalkan operasional pengolahan sampah di lokasi tersebut.

"Kami bersyukur mendapatkan hibah TPST ini tanpa menggunakan APBD Kabupaten Bekasi. Karena di daerah lain banyak TPST yang akhirnya mangkrak akibat minim anggaran. TPST Kertamukti masih tetap eksis dan berjalan, meskipun masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki," kata dia.



Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026