Kabupaten Bogor (ANTARA) - Bupati Bogor Rudy Susmanto menyebut program gentengisasi yang berlangsung di Desa Cijayanti dan Bojongkoneng, Kabupaten Bogor dilakukan secara swadaya tanpa menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

“Gentengisasi diinisiasi oleh beberapa kelompok masyarakat, jadi tidak menggunakan anggaran pendapatan belanja daerah,” kata Rudy di Babakanmadang, Selasa.

Ia mengatakan program tersebut digerakkan masyarakat sebagai upaya menata kawasan wisata di wilayah Cijayanti dan Bojong Koneng agar lebih rapi dan menarik bagi wisatawan.

Menurut dia, masyarakat bersama pelaku usaha setempat berpartisipasi membenahi lingkungan secara mandiri dengan dukungan kolaborasi dari Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Keinginan masyarakat di Desa Cijayanti, Desa Bojong Koneng, yang ingin membangun sebuah desa wisata di kawasan tersebut, mereka berpartisipasi bersama-sama,” ujarnya.

Baca juga: Pemkab Bekasi ajak perajin batu bata tangkap peluang usaha baru proyek Gentengisasi
Baca juga: BNPB kaji penyesuaian anggaran huntap terkait program gentengisasi
Baca juga: DPRD Jatim: Program Gentengisasi dongkrak ekonomi desa

Rudy menjelaskan hingga saat ini lebih dari 400 rumah dan tempat usaha telah terlibat dalam program gentengisasi tersebut.

“Informasi terakhir kurang lebih sekitar 400 rumah, dan bukan hanya rumah, tetapi beberapa tempat usaha di jalur tersebut,” katanya.

Ia menyebut kawasan tersebut kini berkembang menjadi salah satu tujuan wisata dengan banyaknya coffee shop, tempat makan, dan lokasi wisata yang tumbuh di sepanjang jalur Cijayanti dan Bojongkoneng.

Menurut Rudy, penataan kawasan dilakukan agar wisatawan maupun pengunjung yang datang dapat melihat lingkungan yang lebih tertata, bersih, dan nyaman.

“Mereka sepakat untuk membenahi kampungnya bersama-sama, sehingga wisatawan, tamu-tamu yang datang, bisa melihat Desa Cijayanti dan Bojongkoneng lebih rapi, lebih baik, lebih bersih,” ujar Rudy.



Pewarta: M Fikri Setiawan
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026