Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) - Sapi jenis metal cross bernama “Kang Jo” terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto dalam momentum Idul Adha 1447 Hijriah, dan dinilai mampu mengangkat potensi peternak lokal di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

"Alhamdulillah saya sangat bangga dan senang, karena hal itu menjadi bentuk hasil usaha dan perawatan yang selama ini kami lakukan,” kata peternak asal Desa Sukosari, Kecamatan Kunir, Reyhan Zaky Pratama, di Lumajang, Minggu.

Terpilihnya sapi milik Reyhan sebagai hewan kurban Presiden Prabowo Subianto menjadi gambaran potensi peternakan daerah yang terus berkembang melalui peningkatan kualitas pemeliharaan ternak dan ketekunan peternak lokal.

Reyhan menjelaskan, sapi “Kang Jo” dirawat selama kurang lebih tiga tahun setelah dibeli dari seorang peternak. Selama perawatan pihaknya memberikan perhatian penuh terhadap sapi tersebut.

Baca juga: Presiden Prabowo sumbang sapi kurban satu ton untuk masyarakat Simeulue
Baca juga: Sapi kurban presiden untuk masyarakat Pulau Terluar Indonesia

Sapi dengan bobot mencapai 1 ton 144 kilogram itu dirawat dengan pengaturan pola pakan, menjaga kebersihan kandang, serta pemantauan kesehatan secara berkala agar tetap tumbuh dalam kondisi optimal.

"Untuk menjaga pertumbuhan bobot sapi, saya memberikan pakan berupa ampas tahu, konsentrat, dan tambahan karbohidrat agar pertumbuhan sapi lebih cepat dan maksimal," katanya.

Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan sapi bantuan Presiden tahun ini memiliki bobot lebih berat dibanding tahun sebelumnya.

“Kalau tahun lalu beratnya belum sampai 1 ton, sekarang sudah 1,144 ton, kami berharap setiap hari masih bertambah sekitar 1 kilogram,” katanya.

Baca juga: Sapi kurban jenis limosin bantuan Presiden untuk Sampit berbobot hampir satu ton

Sapi bantuan Presiden Prabowo itu akan diserahkan sehari jelang Hari Raya Kurban kepada pengurus Masjid Nurul Falah untuk selanjutnya disembelih dan dibagikan kepada masyarakat.

“Kalau tahun lalu penyalurannya di Masjid An-Nas Mahfud, sekarang bergantian di Masjid Nurul Falah,” ujarnya.

Di balik terpilihnya Kang Jo, terdapat proses panjang yang menunjukkan bahwa kualitas peternakan tidak hanya ditentukan oleh ukuran atau jenis ternak, tetapi juga dipengaruhi ketelatenan peternak dalam menerapkan pola pemeliharaan yang baik.

Terpilihnya sapi asal Lumajang sebagai hewan kurban Presiden diharapkan dapat memotivasi peternak lain untuk meningkatkan kualitas pemeliharaan ternak serta memperkuat potensi sektor peternakan sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat.



Pewarta: Zumrotun Solichah
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026