Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Yani (45), janda tiga anak berprofesi buruh cuci ini tidak henti-henti menebarkan senyum sumringah kala melihat bangunan yang puluhan tahun ditempatinya kini berdiri kokoh nan megah, tak lagi bocor apalagi roboh.

"Awalnya enggak tahu, ujug-ujug diminta pindah dulu. Saya tanya kenapa, katanya mau dibenerin, ada bedah rumah, begitu. Ya Allah senang banget," katanya saat peresmian rumah barunya, Jumat (22/5/2026).

Warga Kampung Mariuk Poncol di Desa Gandamekar, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi itu merupakan penerima manfaat program bedah rumah hasil program tanggung jawab sosial lingkungan perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Puluhan tahun ia tinggal di rumah sederhana bersama anak-anaknya. Sang suami wafat 13 tahun lalu. Sejak saat itu, Yani pun banting tulang untuk membiayai ketiga anaknya. Buruh cuci menjadi pekerjaan yang dijalaninya sehari-hari.

Yani tinggal di rumah berukuran 4x8 meter dengan kondisi kerap bocor serta dinding yang mulai terkelupas. Melihat kondisi tersebut, Ketua RT setempat mengajukan perbaikan rumah ke perusahaan di lingkungan sekitar. Pengajuan disetujui PT. Harrosa Darma Nusantara.

"Soalnya dari awal beli begini bangunannya. Pas itu rumah memang sudah tidak layak huni, pada bocor semua. Tidak ada kepikiran bagaimana karena untuk sehari-hari saja cukup. Sekarang alhamdulillah ada yang bedah. Saya sangat bersyukur," ucap dia.

Melalui program bedah rumah ini, kediaman Yani dibangun ulang. Dirobohkan seluruhnya, lalu dibangunkan fondasi baru. Tidak tanggung-tanggung, rumah yang tadinya hanya satu lantai itu disulap menjadi dua lantai.

Selain bangunan fisiknya, Yani pun diberikan seperangkat perabotan penuh. Mulai dari ranjang, sofa, mesin pompa hingga peralatan memasak. "Saya betul-betul enggak menyangka," kata dia.

Selain Yani, rumah milik Pak Su (48) warga Kampung Jarakosta Desa Danau Indah, Kecamatan Cikarang Barat turut menerima manfaat program bedah rumah dari PT. Harrosa Darma Nusantara.

Tidak sekadar dibangun ulang, rumah di atas lahan berukuran 7x12 meter itu dibagi menjadi dua unit. Satu untuk dirinya bersama istri dan anak bungsu, sedangkan satu rumah lain untuk anak pertamanya yang telah berkeluarga.

"Saya dapat info katanya dapat bantuan bedah rumah. Terus pas dicek, ditawarin buat dibikin jadi dua rumah, karena ini ada dua kepala keluarga. Alhamdulillah jadi nyaman," ucap Asep (27), anak pertama Pak Su.

Project Manager PT. Harrosa Darma Nusantara Maulana Yusuf Ibrahim mengatakan pembangunan total tiga rumah itu didasarkan atas kebutuhan penghuni. Rumah Yani dibangun dua lantai karena keterbatasan lahan sedangkan rumah Pak Su dibuat menjadi dua unit agar bisa digunakan untuk dua keluarga.

"Kami tawarkan bagaimana kalau dibuat dua rumah, pemiliknya bersedia. Maka kami buat jadi dua rumah, kami buatkan sketsanya juga sesuai kebutuhan. Dapurnya masing-masing, dan sebagainya. Kalau Bu Yani memang karena lahannya cukup sempit jadi kami insiatif dibuat dua lantai, agar nyaman," ucap dia.

Pembangunan tiga unit rumah ini menghabiskan anggaran Rp 210 juta untuk rumah Yani dan Rp 190 juta untuk rumah Pak Su dan Asep. "Termasuk untuk interiornya. Jadi tinggal ditempati saja," kata dia.

Sementara itu, Humas PT. Harrosa Muhammad Azis mengatakan pembangunan rumah ini didasarkan usulan pengurus RT setempat. Pembangunan dilakukan sesuai komitmen perusahaan yang ingin memberikan manfaat bagi warga sekitar.

"Jadi sekitar satu minggu proposal masuk, kami periksa dan sampaikan pada pimpinan, akhirnya disetujui. Usulannya seminggu langsung tim pembangun turun untuk mengecek. Total proses sampai pembangunan, sampai selesai ini sekitar tiga bulan," ucap dia.

Pembangunan rumah tidak layak ini, lanjut Azis, menjadi program yang akan digelar secara berkelanjutan setiap tahun. Program pembangunan rumah ini melengkapi program CSR lain yang telah lebih dahulu digelar, di antaranya pembangunan sekolah dan madrasah.

"Rencananya setiap tahun akan digelar. Pembangunan sekolah juga terus dilakukan. Intinya memang bagaimana memberi manfaat bagi lingkungan sekitar," kata dia.



Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026