Tangerang, Banten (ANTARA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyusun skema distribusi CNG 3 kg sebagai pengganti LPG 3 kg yang terjangkau bagi masyarakat, yakni dengan tidak mengharuskan masyarakat untuk membeli tabung CNG.

“Tabung milik badan usaha, supplier gasnya. Jadi, skema yang sedang dibuat sekarang masyarakat tidak diharuskan beli tabung. Tabungnya pinjam,” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman ketika ditemui di sela IPA Convex di Tangerang, Banten, Rabu (20/5) malam.

Nantinya, lanjut dia, akan ada batasan tabung CNG 3 kg yang dialokasikan per rumah. Ketika gas sudah habis, masyarakat bisa melakukan penukaran tabung sebagaimana pola distribusi LPG.

Baca juga: Kementerian ESDM sebut proyek DME tetap jalan meskipun ada CNG

Dalam kesempatan tersebut, Laode menyampaikan hingga tiga bulan ke depan, pemerintah fokus mencari tabung CNG 3 kg yang sudah teruji aspek keamanannya.

“Tetapi, untuk proses pengujiannya ini butuh tabung yang riil. Untuk bisa mendapatkan tabung yang riil, minimum kita harus pesan itu 100 ribu,” ucap Laode.

Oleh karena itu, dalam masa pengujian ini, calon badan usaha CNG 3 kg mengimpor 100 ribu tabung dari China. Laode menegaskan bahwa bukan pemerintah yang membeli tabung CNG, melainkan calon badan usaha.

“Ini yang melakukan (impor) calon badan usahanya, ya. Bukan kami (Kementerian ESDM). Mereka yang sedang berproses sekarang,” kata Laode.

Ketika aspek keamanannya sudah terpenuhi, sudah bisa melalui uji kelayakan sehingga mendapatkan jaminan SNI (Standar Nasional Indonesia), barulah pemerintah akan melakukan piloting atau implementasi awal penggunaan CNG 3 kg.

Baca juga: Polri bangun 33 SPPG di wilayah 3T, juga kembangkan pengunaan CNG
 



Pewarta: Putu Indah Savitri
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026