Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan dugaan oknum dari pihak luar yang mencatut nama Kementerian Pertanian dengan menjanjikan proyek fiktif kepada pihak swasta akan diusut tuntas.
"Kami minta kepada kepolisian mengusut tuntas sampai ke akar-akarnya kalau ada yang terlibat di (Kementerian) Pertanian aku pastikan aku pecat," kata Amran di Jakarta, Selasa.
Mentan mengungkap dugaan adanya oknum yang mencatut nama Kementerian Pertanian untuk meminta uang Rp300 juta kepada pihak swasta dengan janji memperoleh proyek pertanian pemerintah.
Amran mengatakan kasus tersebut kini tengah didalami dan diusut tuntas oleh aparat penegak hukum (APH) karena dinilai masuk kategori praktik mafia proyek berkedok kementerian.
"Apakah ini juga dikategorikan mafia? Karena dia mengatasnamakan Kementerian Pertanian meminta uang pada orang yang ditemukan satu orang Rp300 juta," ujarnya.
Baca juga: Mentan sebut implementasi B50 tak ganggu pasokan minyak goreng
Menurut dia, oknum tersebut menggunakan nama Kementerian Pertanian untuk meyakinkan calon korban bahwa dirinya memiliki jaringan khusus yang mampu memenangkan proyek di lingkungan Kementerian Pertanian.
Dalam kasus itu, Amran menyebut penerima uang berinisial H, sedangkan pihak yang memberikan uang berinisial R setelah dijanjikan mendapatkan proyek pertanian dari kementerian tersebut.
Saat ditanya apakah pelaku merupakan aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Pertanian, Amran memastikan pihak yang terlibat merupakan kalangan swasta dan bukan pegawai internal kementerian pertanian.
Ia menjelaskan modus pelaku mengaku memiliki beking dan jaringan kuat di lingkungan pertanian sehingga diyakini mampu membantu memenangkan proyek tertentu melalui jalur khusus yang tidak resmi.
Pewarta: Muhammad HariantoUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026