Kabupaten Bogor (ANTARA) - IPB University memperingati 100 tahun kelahiran tokoh sosiologi pedesaan Indonesia Sajogyo melalui refleksi pemikiran pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat di Kampus IPB Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa.
Kepala Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) IPB University Ivanovich Agusta mengatakan sejumlah gagasan Sajogyo masih relevan diterapkan hingga saat ini, terutama terkait pembangunan yang berpihak kepada kelompok masyarakat lemah.
“Secara umum misalnya pembangunan itu harusnya yang namanya membangun itu sengaja untuk golongan yang lebih lemah. Itu masih berlaku sampai sekarang,” kata Ivanovich.
Menurut dia, Sajogyo juga menekankan pentingnya pemerataan pembangunan dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan program desa, termasuk melalui keberadaan dana desa yang dapat dikelola langsung oleh warga.
“Kalau di desa berarti sebaiknya tetap ada dana desa yang bisa dikelola warga daripada kemudian banyak hal-hal lain yang dikelola oleh negara tanpa partisipasi warga,” ujarnya.
Ivanovich menjelaskan pemikiran Sajogyo telah banyak diadopsi dalam kebijakan nasional. Salah satunya konsep garis kemiskinan Sajogyo yang diperkenalkan pada 1977 dan kemudian digunakan Badan Pusat Statistik (BPS) sejak 1984.
Pewarta: M Fikri SetiawanEditor : Feru Lantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.