Bekasi (ANTARA) - PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) meminta seluruh pengguna jalan untuk meningkatkan kesiapan kendaraan sebelum melakukan perjalanan khususnya di ruas Tol Trans Jawa guna mencegah gangguan lalu lintas.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT. JTT Ria Marlinda Paallo mengatakan berdasarkan data operasional periode 13-17 Mei 2026, tercatat sejumlah kejadian gangguan lalu lintas di wilayah Trans Jawa yang didominasi oleh insiden pecah ban dan mogok.
"Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kesiapan kendaraan sebelum melakukan perjalanan, khususnya pada periode meningkatnya mobilitas masyarakat di jalan tol," katanya di Bekasi, Senin.
Menurut dia kondisi kendaraan yang prima menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan di ruas jalan tol.
Baca juga: Jasamarga lakukan pemeliharaan lanjutan ruas Tol Cipularang dan Padaleunyi
Baca juga: 26.734 kendaraan tinggalkan Jakarta via MBZ
Ia mengimbau pengguna jalan untuk melakukan pengecekan kendaraan secara menyeluruh sebelum bepergian, terutama kondisi ban kendaraan mulai dari tekanan angin, ketebalan tapak ban, hingga usia penggunaan ban agar perjalanan tetap aman dan nyaman.
Pihaknya juga terus memastikan kesiapan petugas serta armada layanan lalu lintas untuk mendukung penanganan gangguan kendaraan secara cepat dan optimal di lapangan.
Pemantauan dan inspeksi berkala terhadap kondisi jalan, termasuk kondisi perkerasan, kebersihan jalur serta sarana keselamatan jalan juga terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya menjaga standar pelayanan sekaligus memitigasi potensi gangguan perjalanan pengguna jalan.
Pemantauan kondisi lalu lintas juga dilakukan secara real time melalui kamera pengawas atau CCTV terintegrasi dengan didukung komunikasi aktif para petugas operasional di lapangan.
Baca juga: Jasamarga Transjawa pastikan kesiapan operasional di seluruh ruas tol jelang libur panjang
"Selain memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, pengguna jalan juga diimbau untuk menjaga batas kecepatan, tidak mengemudi dalam kondisi lelah, memastikan kecukupan bahan bakar dan saldo uang elektronik serta memanfaatkan rest area apabila membutuhkan waktu istirahat," ujarnya.
Ria mengaku data gangguan lalu lintas merupakan hasil pemantauan operasional pada ruas jalan tol yang dikelola oleh perusahaan sebagai bagian dari evaluasi dan monitoring berkala dalam memastikan kondisi lalu lintas tetap terpantau.
Data tersebut juga digunakan untuk mendukung upaya peningkatan pelayanan dan keselamatan pengguna jalan selama periode mobilitas masyarakat berlangsung.
"Kami kembali mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas serta arahan petugas di lapangan demi tercipta perjalanan yang aman, lancar dan nyaman di jalan tol," kata dia.
Pewarta: Pradita Kurniawan SyahUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.