Kota Bogor (ANTARA) - Kebun Raya Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat menghadirkan Taman Araceae yang telah direvitalisasi sebagai sarana edukasi dan konservasi tumbuhan tropis dalam peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-209, Senin.
Managing Director KebunRaya.id PT Mitra Natura Raya Marga Anggrianto saat peresmian taman itu di Bogor, Senin, mengatakan Taman Araceae dibangun untuk memperkuat fungsi edukasi dan memperkenalkan potensi tumbuhan talas-talasan kepada masyarakat.
Peresmian taman yang berada di samping Secret Garden Café itu dilakukan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan PT Mitra Natura Raya selaku mitra pengelola Kebun Raya Bogor.
“Tujuan pembangunan taman ini untuk mengedukasi kepada masyarakat akan tumbuhan Araceae dan juga potensinya untuk kehidupan sehari-hari,” katanya.
Ia menjelaskan taman tersebut mulai dibangun sejak 2010 dan sempat menjadi perhatian publik saat mekarnya bunga bangkai raksasa Amorphophallus titanum pada 2017. Revitalisasi taman kemudian dilakukan bertahap sejak 2020 hingga 2025, mulai dari penataan kawasan hingga pengembangan jalur edukasi.
Baca juga: Puluhan petugas Kebun Raya Bogor dilatih kelola sampah terpadu
Menurut dia, HUT ke-209 menjadi pengingat bahwa Kebun Raya Bogor bukan sekadar ruang hijau bersejarah, tetapi juga ruang hidup yang terus berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat.
“Momentum HUT ke-209 ini menjadi pengingat bahwa Kebun Raya Bogor bukan sekadar ruang hijau bersejarah, tetapi juga ruang hidup yang terus bertumbuh, beradaptasi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta lingkungan,” ujarnya.
Direktur Pengelolaan Koleksi Ilmiah BRIN Sasa Sofyan Munawar mengatakan Kebun Raya Bogor memiliki peran penting sebagai pusat konservasi, penelitian, dan edukasi tumbuhan tropis sejak didirikan pada 1817.
Ia menyebut revitalisasi Taman Araceae tidak hanya memperindah kawasan kebun raya, tetapi juga memperkuat fungsi edukasi, konservasi, dan interpretasi koleksi ilmiah kepada masyarakat luas.
“Secara khusus, BRIN menyampaikan apresiasi atas revitalisasi Taman Araceae di Kebun Raya Bogor, sebuah taman tematik yang mengoleksi berbagai jenis tumbuhan talas-talasan dari suku Araceae,” katanya.
Baca juga: Kebun Raya Bogor catat kenaikan pengunjung 40 persen saat Lebaran
Peneliti Araceae BRIN Yuzammi menjelaskan Indonesia memiliki sekitar 60 genus dan sekitar 700 spesies Araceae yang tersebar di berbagai kawasan hutan tropis.
Namun, tingginya kerusakan hutan di Indonesia turut mengancam keberadaan sejumlah spesies Araceae di alam, seperti Amorphophallus titanum, Amorphophallus manta, Aglaonema rotundum, dan Alocasia suhirmaniana.
Oleh karena itu, kata dia, konservasi melalui kebun raya menjadi langkah penting untuk menjaga keberlangsungan spesies tersebut.
Selain memiliki nilai konservasi, sejumlah tanaman Araceae juga memiliki manfaat ekonomi dan kesehatan, seperti porang, suweg, dan talas yang dapat diolah menjadi bahan pangan.
“Jenis-jenis tersebut dapat kita olah menjadi makanan, misalnya menjadi onde-onde ketawa, brownish, beras porang dan lainnya,” ujarnya.
Baca juga: Kebun Raya Bogor jadi alternatif perayaan Lebaran
Ia menambahkan beberapa jenis Araceae juga dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan dan tanaman hias, seperti Aglaonema, Alocasia, Philodendron, hingga Anthurium.
Senior Manager Hortikultura PT Mitra Natura Raya Yudhistira mengatakan Taman Araceae Kebun Raya Bogor saat ini telah ditanami 16 genus unggulan, di antaranya Amorphophallus, Monstera, Philodendron, dan Thaumatophyllum.
“Secara ilmiah dan ekonomi, tumbuhan Araceae memiliki potensi yang sangat tinggi. Tumbuhan ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Selain peresmian Taman Araceae, rangkaian HUT Ke-209 Kebun Raya Bogor juga diisi penanaman pohon bersama BRIN, PT Mitra Natura Raya, dan Pemerintah Kota Bogor sebagai bentuk penguatan sinergi pengelolaan kawasan konservasi.
Pewarta: M Fikri SetiawanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.