Makassar (ANTARA) - Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif dan berkeadilan dengan membuka seluruh program studi S1 termasuk Fakultas Kedokteran melalui jalur afirmasi disabilitas.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya universitas dalam memastikan seluruh calon mahasiswa memperoleh kesempatan yang setara untuk mengakses pendidikan tinggi tanpa diskriminasi.
Kepala Pusat Disabilitas (Pusdis) Unhas Dr Ishak Salim dalam keterangannya di Makassar, Jumat, mengatakan, setiap orang memiliki kelebihan yang sering kali tidak terlihat. Maka penting membuka kesempatan dan peluang yang sama bagi penyandang disabilitas.
Baca juga: Enam prodi Universitas Hasanuddin jalani visitasi akreditasi internasional ASIIN 2026
"Kami sering menemukan keajaiban-keajaiban. Logikanya, penyandang disabilitas penuh keterbatasan, nyatanya mereka memiliki kemampuan tidak terduga. Yang teman-teman disabilitas butuhkan hanyalah kesempatan," tegas Ishak.
Ia menjelaskan, komitmen kesetaraan tersebut tercermin melalui kebijakan seluruh fakultas yang membuka peluang bagi calon mahasiswa penyandang disabilitas pada penerimaan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027.
Kebijakan ini, menurut dia, menandai semakin kuatnya arah pengembangan Unhas sebagai kampus yang adaptif terhadap keberagaman dan kebutuhan seluruh peserta didik.
Unhasi, lanjut Ishak, kini semakin aktif dalam menciptakan ruang yang setara bagi penyandang disabilitas.
Baca juga: Universitas Hasanuddin serahkan 100 Beasiswa Dana Abadi pada momentum Hardiknas
Khusus untuk proses pembelajaran, Pusdis Unhas dan Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP) berkolaborasi untuk merumuskan panduan-panduan bagi dosen dan tenaga kependidikan dalam proses akademik.
"Kolaborasi ini telah menghasilkan lima buku panduan bagi dosen yang dapat digunakan dalam mempersiapkan pembelajaran, melakukan asesmen kompetensi, dan evaluasi belajar terhadap mahasiswa penyandang disabilitas," ujarnya.
"Sekarang dalam proses "lay out", Ini akan menjadi buku panduan pertama yang terbit di perguruan tinggi di Indonesia," lanjut dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik itu.
Baca juga: Universitas Hasanuddin siapkan tujuh prodi baru guna penuhi kebutuhan SDM masa depan
Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Hasanuddin Nurul Ichsani M.I.Kom menjelaskan, penguatan jalur afirmasi disabilitas tidak hanya berkaitan dengan proses seleksi penerimaan mahasiswa baru, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen dalam membangun sistem pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan ramah bagi semua kalangan.
“Pendidikan tinggi harus membuka ruang yang setara bagi seluruh calon mahasiswa. Karena itu, penguatan SOP penerimaan mahasiswa jalur afirmasi disabilitas menjadi langkah penting agar layanan yang diberikan semakin adaptif terhadap kebutuhan mahasiswa,” jelasnya.
Pewarta: Abdul KadirUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026