Cebu, Filipina (ANTARA) - Para menteri luar negeri dan menteri ekonomi se-Asia Tenggara sepakat menyelaraskan koordinasi tingkat kawasan untuk menghadapi dampak konflik Timur Tengah terhadap energi, perdagangan, dan pasokan pangan di kawasan.
Dalam Pertemuan Bersama Menteri Luar Negeri (Menlu) dan Menteri Ekonomi ASEAN di Cebu, Filipina, Kamis, para menteri mengatakan konflik geopolitik semakin menimbulkan dampak ekonomi yang langsung dirasakan di kawasan.
Menlu Filipina Maria Thereza P Lazaro yang memimpin pertemuan, menuturkan ASEAN harus terus terkoordinasi dan berwawasan ke depan ketika ketidakpastian terjadi akibat konflik di Timur Tengah.
Baca juga: Filipina dukung dokumen deklarasi ASEAN tentang kerja sama maritim
Terlebih, konflik tersebut telah menimbulkan dampak yang dirasakan di sektor ketahanan pangan dan energi serta keamanan masyarakat ASEAN.
"Dampak konflik yang berkepanjangan telah mengaburkan garis batas antara politik dan ekonomi," kata Lazaro.
Ia mengharapkan para pemimpin ASEAN dapat menyepakati pernyataan bersama dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN pada Jumat, yang akan menjabarkan langkah bersama menghadapi krisis serta upaya kontingensi kawasan di masa depan.
Sementara itu, Menteri Perdagangan Filipina Cristina Roque, yang menjadi pemimpin bersama dalam pertemuan, mengatakan disrupsi yang terjadi berdampak pada harga, rantai pasok, dan operasional bisnis di Asia Tenggara.
Baca juga: Presiden Prabowo bertolak ke Filipina untuk hadiri KTT ke-48 ASEAN
"Yang awalnya merupakan konflik di negeri nun jauh di sana, kini berdampak pada biaya energi, rantai pasok, dan kondisi ekonomi di ASEAN," tuturnya.
Roque menuturkan respons di tingkat kawasan memerlukan koordinasi yang dekat antara sektor politik luar negeri dan ekonomi, khususnya dalam menjaga rantai pasok, memastikan keamanan pangan, dan mendukung UMKM.
Adapun agenda tersebut merupakan bagian dari rangkaian pertemuan menjelang KTT ke-48 ASEAN serta pertemuan terkait yang digelar di Cebu, Filipina.
Para pemimpin Asia Tenggara akan membahas upaya mengatasi krisis energi dalam pertemuan puncak pada Jumat yang dipimpin langsung oleh Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr.
Sumber: PNA-OANA
Pewarta: Nabil IhsanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026