Jakarta (ANTARA) - Sekolah Yehonala yang berlokasi di Batam, menggandeng kepolisian, instansi pemerintah, hingga psikolog untuk memperkuat pencegahan bullying sejak dini dalam rangka memperingati Hari Anti Bullying Sedunia 2026.
Kegiatan yang digelar pada 4 Mei 2026 itu melibatkan siswa dari jenjang SD hingga SMA/SMK, orang tua siswa, serta sejumlah pemangku kepentingan sebagai bentuk komitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyuluhan kepada siswa SD oleh Satbinmas Polresta Barelang di lapangan sekolah. Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak memahami pentingnya saling menghargai melalui pendekatan interaktif.
Kegiatan kemudian ditutup dengan simbolisasi cap jempol pada banner berbentuk pohon sebagai representasi bahwa setiap kebaikan akan tumbuh dan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Sekolah Yehonala juga menggelar seminar bagi orang tua siswa SD dengan menghadirkan narasumber dari BPMP Kepulauan Riau. Seminar tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman keluarga mengenai peran penting orang tua dalam mencegah dan menangani bullying sejak dini.
Selanjutnya, siswa SMP mendapatkan penyuluhan dari DP3AP2KB Unit PPA yang diakhiri dengan penandatanganan banner deklarasi bersama bertajuk #yehopledge #antibullying #SekolahAmanDanNyaman.
Sementara itu, siswa SMA/SMK juga mengikuti sesi edukasi anti-bullying yang ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan saling menghargai.
Psikolog sekaligus narasumber kegiatan, Cevy Amelia, mengatakan setiap anak berhak mendapatkan rasa aman dan perlindungan di lingkungan pendidikan.
“Setiap anak berhak merasa aman, nyaman, didengar, dan dilindungi. Pencegahan bullying harus dimulai dari kesadaran bersama, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun pergaulan sehari-hari,” ujarnya.
Trainer BPMP Provinsi Kepulauan Riau, Anggi Heru M., menegaskan pihak sekolah tidak mentolerir segala bentuk perundungan serta berkomitmen memastikan proses penanganan dilakukan secara tepat dan objektif.
“Karena itu, kami tidak mentolerir segala bentuk perundungan, dan berkomitmen untuk memastikan setiap proses penanganan dan pendampingan dilakukan secara tepat, objektif, serta mengedepankan kepentingan terbaik bagi siswa,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, Sekolah Yehonala menegaskan upaya pencegahan bullying tidak hanya dilakukan melalui kebijakan sekolah, tetapi juga melalui edukasi berkelanjutan dan kolaborasi seluruh pihak terkait.
Pewarta: M Fikri SetiawanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026