Garut (ANTARA) - Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Aten Munajat menyatakan kegiatan Kirab Budaya yang digelar di perkotaan Kabupaten Garut merupakan momentum sebagai sarana edukasi budaya bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
"Kegiatan ini tidak hanya menjadi tontonan yang menghibur masyarakat, tetapi juga menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda agar tetap mengenal jati diri dan kearifan lokal," kata Aten Munajat di Garut, Selasa.
Ia menuturkan, Komisi V DPRD Jabar yang salah satunya membidangi kebudayaan menilai Kirab Budaya yang digelar di Kabupaten Garut merupakan momentum penting untuk merawat, menjaga, dan melestarikan nilai-nilai luhur budaya Sunda.
Baca juga: Kirab lintas iman di Kota Serang perkuat toleransi jelang Ramadhan
Kirab Budaya tersebut, kata dia, dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, di antaranya ekonomi, sosial, maupun sektor pariwisata di daerah tempat diselenggarakannya kegiatan tersebut.
"Dengan hadirnya berbagai kesenian dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat tentunya ini mampu menggerakkan pelaku ekonomi kreatif dan meningkatkan kunjungan wisata ke Garut," katanya.
Ia mengatakan, Kirab Budaya dalam rangka Milangkala Tatar Sunda atau Peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 itu sudah digelar di sejumlah daerah lainnya, dan saat ini mendapatkan kesempatan di Garut.
Menurut dia, Garut menjadi pusat perhatian dengan diselenggarakannya parade budaya yang menampilkan beragam kreasi seni tradisional khas daerah, khususnya Garut.
Baca juga: Keserasian religi dan budaya dalam arakan "seribu telur" di Namang
Pewarta: Feri PurnamaUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026