Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat terus memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendekatan keagamaan, salah satunya dengan mendorong kegiatan pembinaan generasi muda berbasis nilai-nilai Al Quran.
Upaya tersebut tercermin dalam acara Wisuda Khotmil Quran yang diselenggarakan pemerintah daerah setempat bersama Forum Komunikasi Rumah Tahfizh Quran (FK RTQ) Kabupaten Bekasi di Gedung Swatantra Wibawa Mukti, kompleks perkantoran Pemkab Bekasi, Minggu.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin mengatakan momentum ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan hafalan, tetapi juga bagian dari proses pembentukan karakter generasi muda yang tangguh dan berintegritas, terlebih perjalanan menghafal Al Quran mengandung nilai-nilai ketekunan, kesabaran dan konsistensi.
"Khatam Al Quran bukan sekadar capaian hafalan tetapi juga mencerminkan ketahanan diri dan komitmen dalam menjalani proses panjang pembelajaran," ujarnya.
Ia menegaskan di tengah dinamika perkembangan zaman, nilai-nilai Al Quran tetap relevan sebagai pedoman hidup. Nilai tersebut mampu menjadi pegangan moral dalam menghadapi tantangan kehidupan modern yang semakin kompleks.
"Al Quran menjadi arah dan pegangan agar kita tetap berada pada nilai-nilai yang benar di tengah berbagai perubahan," katanya.
Endin menekankan keberadaan rumah tahfizh turut memiliki peran strategis dalam membentuk pola pikir dan karakter generasi muda. Tidak hanya sebagai tempat belajar membaca dan menghafal Al Quran, rumah tahfizh juga menjadi ruang pembinaan moral maupun spiritual.
"Pembangunan tidak cukup hanya infrastruktur, tetapi juga harus diiringi dengan penguatan nilai dan karakter masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat terus mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual," katanya.
Pemerintah daerah juga memberikan apresiasi terhadap Forum Komunikasi Rumah Tahfizh Quran Kabupaten Bekasi yang dinilai berhasil membangun sinergi antar lembaga tahfizh. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan pembinaan generasi Qurani berjalan secara berkelanjutan.
Ketua Forum Komunikasi Rumah Tahfidz Quran Kabupaten Bekasi Ahmad Ridho mengungkapkan kegiatan Wisuda Akbar Khotmil Quran ini diikuti oleh 267 santri dari total 18 rumah tahfizh yang tersebar di wilayah Kabupaten Bekasi.
Ia berharap dukungan terhadap kegiatan serupa semakin luas, baik dari pemerintah maupun swasta guna memperkuat pembinaan santri. "Para santri juga diharapkan semakin semangat menambah hafalan, dari satu juz menjadi dua juz dan seterusnya," ujarnya.
Ahmad juga menyoroti penting pemerataan kolaborasi antarrumah tahfizh di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Ia menjelaskan rumah tahfizh memiliki pola pembinaan yang berbeda dengan pondok pesantren di mana para santri tidak menetap, melainkan mengikuti kegiatan belajar secara rutin umumnya pada sore hari selepas Asar hingga menjelang Maghrib.
"Peserta berasal dari berbagai wilayah dengan latar belakang yang beragam, ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap pembinaan generasi Qurani cukup tinggi," kata dia.
Pewarta: Pradita Kurniawan SyahUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.