Jakarta (ANTARA) - Roda kepengurusan Punguan Pomparan Puraja Aruan Dohot Boruna se-Jabodetabek periode 2026-2029 kini resmi dipimpin Partogi Jayasa Putra Aruan sebagai Ketua Umum dan Yesaya Baringin Aroean sebagai Wakil Ketua Umum.

Pelantikan terhadap pengurus baru perkumpulan keturunan marga Aruan se-Jabodebatek ini dilakukan di Auditorium Prof Sibuea, Jakarta, dalam sebuah prosesi oleh Ketua Umum Partogi Jayasa Putra Aruan diiringi ibadah khidmat oleh Pendeta David Farel Sibuea.

Kegiatan ini merupakan puncak kesinambungan dari rangkaian pengesahan dan pelantikan Badan Pengurus Harian (BPH) Punguan Pomparan Puraja Aruan Dohot Boruna se-Jabodetabek sebelumnya di Gedung KNPI Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur.

Keabsahan pelantikan itu disahkan oleh jajaran penasehat, natua-tua (tetua) Aruan, serta mendapatkan peneguhan dari Pendeta Jerry Aruan.
Kehadiran dan restu penuh dari penasihat serta natua-tua ini menegaskan legitimasi yang kuat bagi jajaran BPH pengurus inti untuk segera menjalankan roda organisasi ke depan.

”Seluruh pengurus berkomitmen menjalankan roda organisasi punguan ini dengan penuh dedikasi dan pengabdian. Kami juga berharap tiap  anggota terlibat aktif, dan punguan kita ini terus bergerak dan bermanfaat bagi anggota dan masyarakat,” kata Partogi.

Selain Ketua Umum Partogi Jayasa Putra Aruan dan Wakil Ketua Umum Yesaya Baringin Aroean, formasi pengurus inti Punguan Pomparan Puraja Aruan Dohot Boruna se-Jabodetabek periode 2026-2029 diisi Sekretaris Umum Reytman Aruan, Wakil Sekretaris Umum Manuntun Aruan, Bendahara Umum Ridwan Sihombing, dan Wakil Bendahara Umum Bonnur Br Aruan.

”Kepengurusan ini juga didukung tujuh bidang, koordinator paroppuon dan para ketua wilayah,” sambung Partogi.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Yesaya Baringin Aroean menyebut pentingnya tata kelola yang baik dalam mengelola organisasi, sehingga lebih tertata rapi, transparan dan bertanggung jawab.

Selain itu, menurutnya, perlu menjaga agar organisasi tetap relevan bagi generasi masa kini, dan pelestarian nilai-nilai tradisi atau budaya harus berjalan beriringan dengan modernisasi organisasi.



Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026