Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Sebanyak 439 calon haji (Calhaj) asal Kabupaten Bekasi, Jawa Barat yang tergabung dalam kelompok terbang atau Kloter 03 KJT terpantau masih berada di Madinah dalam kondisi prima untuk beribadah sambil menanti keberangkatan menuju Makkah.
Pendamping Haji Daerah Kabupaten Bekasi Mochamad Arif Ichwani mengatakan jamaah Kloter 03 KJT saat ini mengikuti seluruh rangkaian ibadah sunah maupun ziarah sebelum bertolak ke Makkah untuk memulai rangkaian inti haji.
"Seluruh calon haji kita dalam kondisi aman serta terkendali baik dari aspek kesehatan maupun kenyamanan beribadah dengan pendampingan penuh dari enam orang petugas," katanya dihubungi dari Cikarang, Kamis.
Ia mengatakan jamaah Kabupaten Bekasi dijadwalkan berangkat menuju Makkah pada Sabtu (2/5/2026) pukul 15.00 waktu Arab Saudi. Pergerakan jamaah menuju Makkah diperkirakan tiba pukul 23.00 waktu setempat.
Baca juga: Pemkab Bekasi ingatkan jamaah calon haji jaga kesehatan fisik
Menurut dia suasana di Kota Madinah masih relatif lengang mengingat jamaah Kabupaten Bekasi termasuk dalam rombongan yang diberangkatkan awal sehingga mereka dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman, termasuk saat berziarah maupun melaksanakan shalat di Masjid Nabawi.
Namun demikian, terdapat tantangan besar yang dihadapi para petugas pendamping berkaitan dengan cuaca serta mobilitas jamaah, terutama saat mendampingi calon haji lanjut usia dan mereka yang memiliki risiko gangguan kesehatan tinggi.
"Perubahan suhu yang cukup signifikan menjadi perhatian utama selama berada di tanah suci. Cuaca di Madinah sebetulnya masih dingin, tetapi mulai menuju panas dan ditambah angin yang cukup kencang," katanya.
Arif juga menyampaikan informasi kecelakaan yang dialami jamaah Indonesia saat pelaksanaan city tour di kawasan Jabal Magnet, Wadi Jin. Dua bus pembawa jamaah asal Kota Bekasi dan Probolinggo dilaporkan mengalami insiden di lokasi tersebut.
"Informasi kemarin ada insiden tapi tidak tahu persis secara detail. Semoga tidak sampai menimbulkan korban. Kalau jamaah asal Kabupaten Bekasi dipastikan tetap aman dan tidak terdampak," katanya.
Baca juga: 3.195 calon haji Kabupaten Bekasi berangkat bertahap terbagi dalam 8 kloter
Dirinya menyebut koordinasi antara pendamping haji daerah, petugas kloter, tenaga kesehatan serta petugas sektor dan daker berjalan intensif. Seluruh arahan dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) terus disampaikan kepada petugas lapangan agar pelayanan kepada jamaah tetap optimal.
"Kami selalu berkoordinasi dengan sektor dan daerah kerja (daker) termasuk dengan petugas kloter dan tenaga kesehatan. Semua berjalan baik supaya pelayanan kepada jamaah tetap maksimal," jelasnya.
Tim pendamping melakukan visitasi setiap hari untuk memastikan kondisi jamaah tetap prima, terutama bagi calon haji yang sempat membutuhkan perawatan intensif sejak keberangkatan hingga tiba di Madinah.
"Pemantauan dilakukan secara rutin agar jamaah tetap mampu menjalankan ibadah dengan baik. Ada yang sempat drop karena kelelahan tapi kini sudah berangsur membaik, sudah bisa kembali beribadah di Masjid Nabawi," katanya.
Selain persoalan kesehatan, tantangan lain yang kini turut menjadi perhatian adalah pendampingan pembuatan aplikasi Nusuk bagi jamaah. Aplikasi tersebut menjadi syarat penting untuk mengakses sejumlah layanan ibadah, termasuk masuk ke Raudhah di Masjid Nabawi.
Baca juga: Bismillah, 445 calon haji kloter I Embakarsi Bekasi diberangkatkan
"Jamaah calon haji tentu mendapatkan kartu Nusuk Lil Hajj untuk haji, tetapi ada kebijakan baru untuk masuk ke Raudhah harus menggunakan Nusuk Lil Raudhoh. Ini menjadi tantangan besar, khususnya bagi jamaah lansia dan yang masih kurang memahami teknologi," katanya.
Ia menjelaskan layanan Nusuk digunakan untuk tiga keperluan utama yakni akses ke Raudhah, umrah dan pelaksanaan haji. Keterbatasan kuota tasreh yang diberikan pihak Masjid Nabawi kepada PPIH juga menjadi kendala karena jumlahnya tidak sebanding dengan total jamaah.
"Misalnya di kloter 03 KJT hanya mendapatkan 30, lalu ditambah 36, kemudian 15 lagi. Itu sangat kurang jika dibandingkan dengan jumlah 445 orang termasuk petugas. Karena itu pendampingan kepada jamaah sangat penting," katanya.
Arif juga mengimbau keluarga jamaah calon haji di Kabupaten Bekasi untuk tetap tenang dan tidak khawatir berlebihan. Seluruh petugas terus berupaya memastikan jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman dan khusyuk hingga menuntaskan seluruh rangkaian haji.
Pewarta: Pradita Kurniawan SyahUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.