Depok (ANTARA) - Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI) menjajaki kerja sama di bidang artificial intelligence (AI), teknologi digital, dan industri kreatif dengan China.
“Mahasiswa vokasi perlu dibekali kompetensi hibrida, mulai dari literasi AI, analitik data, hingga kemampuan berpikir kritis dan etika teknologi. Kompetensi tunggal tidak lagi cukup di era ini,” ujar Kepala Urusan Internasional Vokasi UI Dr. Diaz Pranita dalam keterangannya, Kamis.
Komitmen Vokasi UI adalah memastikan relevansi pendidikan vokasional dengan kebutuhan industri global yang terus berkembang, sekaligus memperkuat posisi UI sebagai institusi pendidikan adaptif dan berdaya saing internasional.
Vokasi UI ke China dengan agenda utama mengunjungi Sino-Indonesia Exchange Meeting on Industrial Digitalization Talent Development Cooperation di Irootech Technology Co. Ltd., kunjungan ke Wuhan Vocational College of Software and Engineering untuk menyaksikan implementasi AI dan Internet of Things (IoT) dalam pembelajaran, serta pertemuan dengan mahasiswa Indonesia yang mengikuti short course AI dan IoT.
Baca juga: Prodi Administrasi Perkantoran vokasi UI raih akreditasi unggul
Delegasi UI juga meninjau langsung fasilitas produksi Sany Group di Changsha yang telah menerapkan sistem industri berbasis AI, robotika, dan IoT, serta menjajaki kerja sama di bidang art and design dengan Qingdao University of Technology dan Qingdao Huanghai University.Tujuan dari rangkaian kegiatan ini adalah memperkuat kolaborasi global, membuka peluang internasionalisasi bagi mahasiswa vokasi Indonesia, serta mengembangkan kurikulum berbasis digital yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Safrin Arifin menegaskan dunia kerja saat ini tidak lagi hanya membutuhkan keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan adaptasi terhadap teknologi baru seperti AI, analitik data, dan sistem digital.
Baca juga: Mendiktisaintek sebut pendidikan vokasi miliki peran strategis siapkan SDM
"Melalui kolaborasi ini, kami membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman internasional yang akan menjadi bekal penting di masa depan," katanya.
Adapun capaian penting dari kunjungan ini antara lain penandatanganan kesepakatan awal kerja sama antara Irootech Technology Co. Ltd., Wuhan Vocational College of Software and Engineering, Program Pendidikan Vokasi UI, dan Politeknik Manufaktur Bandung.
Kesepakatan ini memungkinkan terlaksananya pertukaran mahasiswa dan dosen, joint master’s degree, penelitian bersama, kompetisi internasional, short course, hingga peluang program magister dan doktoral berbasis pembelajaran jarak jauh.
Pewarta: Feru LantaraUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.