Kabupaten Bekasi, Jabar (ANTARA) - Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menghalau sejumlah kendaraan jenis truk bertonase besar, yang kerap dikeluhkan pengguna jalan karena dinilai mengganggu kenyamanan berkendara dengan memarkir kendaraan di badan jalan.

"Biasanya sopir truk kalau di jalan nasional yang dekat-dekat u-turn. Karena mungkin dianggap badan jalannya lebar, biasanya tiga sampai empat jalur, dia pakai satu jalur," kata Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi Agus Budiono di Cikarang, Jabar, Kamis.

Dia mengatakan hasil patroli unit reaksi cepat (URC) hari ini menemukan tiga titik utama parkir liar kendaraan tonase besar yakni di Jalan Urip Sumoharjo pada titik putaran balik Lemahabang, Hitachi Cikarang Barat serta Jalan Deltamas Boulevard.

"Dalam menangani persoalan ini, Dishub mengandalkan patroli rutin tim URC sebagai respons cepat laporan masyarakat. Namun, kewenangan mereka terbatas," katanya.

Baca juga: Dishub Bekasi kaji teknis pemberlakuan pembatasan jam operasional truk

Ia mengaku kewenangan penindakan atas perbuatan ini merupakan wewenang Satlantas Polres Metro Bekasi.

"Sifatnya bukan penindakan. Dinas Perhubungan tidak melakukan tilang. Kita persuasif saja, mengimbau untuk tidak parkir di situ," katanya.

Menurut dia, meski belum ada laporan kecelakaan fatal akibat praktik parkir di badan jalan oleh para sopir truk, kondisi ini tetap berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas dan kemacetan terutama saat jam sibuk.

"Kadang kan itu jadi pemicu kecelakaan atau kalau lagi jam sibuk jadi bikin macet," katanya.

Baca juga: Dishub Bekasi kenalkan transportasi publik ke pelajar

Keberadaan truk-truk tonase besar pada area badan jalan di wilayah Kabupaten Bekasi sebenarnya telah lama dikeluhkan oleh warga karena dinilai membahayakan, terutama pada malam hari atau saat cuaca buruk karena minim penerangan di sekitar kendaraan yang berhenti.

Seorang pengguna jalan, Dimas Ikbal (38) mengatakan kondisi tersebut mengganggu arus lalu lintas bahkan kerap membuatnya terkejut saat hendak memutar arah. Apalagi pada malam hari, karena truk-truk itu tidak menyalakan lampu hazard.

"Kalau kita putar arah, pasti mengambil sisi kanan jalan dahulu, baru pelan-pelan ke jalur kiri. Adanya truk yang parkir ini bikin kita ribet juga, apalagi kalau berpapasan sama mobil lagi mengebut. Mau lurus ke kanan tidak bisa, sudah ada truk parkir," ucap dia.



Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026