Depok (ANTARA) - Guru Besar Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) Prof Dalhar Susanto mengemukakan arsitektur masa depan harus mampu menjawab isu-isu besar seperti perubahan iklim, keterbatasan sumber daya, serta kebutuhan akan lingkungan binaan yang adaptif.

"Perkembangan teknologi harus diiringi dengan kesadaran terhadap nilai-nilai keberlanjutan, sehingga arsitektur tidak hanya efisien secara teknis, tetapi juga bertanggung jawab secara ekologis dan sosial,” kata Prof. Dalhar di kampus UI Depok, Kamis.

Sebagai akademisi dan peneliti, Prof Dalhar telah banyak makan asam garam dalam bidang arsitektur dan konstruksi. Ia mendedikasikan diri dalam riset yang berkontribusi pada penguatan praktik arsitektur berkelanjutan di Indonesia.

Penelitiannya mencakup pengembangan material alternatif ramah lingkungan, seperti serat alami, komposit daur ulang, hingga living materials yang mengintegrasikan unsur biologis dalam sistem bangunan.

 Baca juga: Guru Besar FKUI: Penanganan epilepsi anak masih hadapi tantangan besar
Baca juga: Guru Besar UI sebut PP Tunas lindungi anak di ruang digital sekaligus momen bagi orang tua
Baca juga: Guru Besar FIK UI hadirkan paradigma baru penanganan stroke


Selain itu, ia juga mengembangkan teknologi konstruksi tepat guna yang kontekstual dengan kondisi lokal, termasuk sistem sambungan knock-down, shelter darurat portabel, serta hunian adaptif untuk wilayah rawan bencana.

Kajian lain yang dikembangkan Prof Dalhar, yakni standar minimum hunian dan efisiensi ruang berbasis aktivitas sebagai respons terhadap urbanisasi dan keterjangkauan perumahan di Indonesia.

Pendekatan ini menegaskan bahwa arsitektur tidak hanya berperan sebagai produk fisik, tetapi juga bagian dari sistem sosial dan kebijakan publik.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa perkembangan teknologi digital seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence), digital twin, dan sistem berbasis sensor akan semakin mempengaruhi praktik arsitektur.

Teknologi tersebut memungkinkan bangunan menjadi lebih adaptif dan responsif terhadap kondisi lingkungan secara real-time, sekaligus menegaskan peran arsitek sebagai kurator teknologi dan penjaga nilai etika.



Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026