Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, menyiapkan 20 infrastruktur baru pengendali banjir guna memperkuat penanganan banjir tahunan di wilayah Bandung Selatan dan sekitarnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung Zeis Zultaqawa mengatakan seluruh titik pembangunan telah masuk dalam tahap perencanaan dan saat ini masih dalam koordinasi dengan pemerintah pusat.
“Sebanyak 20 infrastruktur pengendali banjir telah masuk dalam perencanaan. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar pembangunan ini bisa direalisasikan,” katanya dalam keterangan di Bandung, Rabu.
Ia menyebut infrastruktur yang disiapkan meliputi kolam retensi dan polder di sejumlah titik rawan genangan, seperti Cilampeni, Citarik, CPI, Hilir Situ Burung, Tegalluar, Ciparay, Cigede, Ciputat, hingga kawasan TOD Tegalluar.
Baca juga: Presiden resmikan Terowongan Nanjung untuk pengendali banjir di Bandung
Rencana tersebut menjadi bagian dari implementasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2024 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2024–2044, sekaligus upaya jangka panjang menyesuaikan pembangunan dengan kajian tata ruang dan mitigasi bencana.
Penambahan itu akan melengkapi 11 infrastruktur pengendali banjir yang sudah ada, kata dia, antara lain berupa Kolam Retensi Cieunteung, Kolam Retensi Andir, serta Polder Bojong Citepus dan Cisangkuy.
Menurut Zeis, persoalan banjir di Kabupaten Bandung tidak hanya dipengaruhi curah hujan tetapi juga kondisi geografis wilayah yang berbentuk cekungan.
Pewarta: Ilham NugrahaUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.